Pelayanan kefarmasian di apotek harus berorientasi pada pasien, salah satunya melalui layanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat yang benar, mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat (medication error), serta mendukung keberhasilan terapi. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap layanan KIE obat di Apotek Seven Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling, dengan penyebaran kuesioner kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini melibatkan 96 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis univariat berdasarkan aspek pelayanan kefarmasian dan keramahan petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap informasi mengenai aturan penggunaan obat sebesar 88,34%, indikasi obat sebesar 87,50%, cara penggunaan obat sebesar 87,29%, informasi efek samping sebesar 83,95%, cara penyimpanan obat sebesar 85,25%, serta lama penggunaan obat sebesar 85,20%. Secara keseluruhan, rata-rata tingkat kepuasan pasien mencapai 86,04% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa layanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat di Apotek Seven Purbalingga telah memenuhi harapan pasien dan dinilai memberikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi.