Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalizing Religious Behavior Through Philosophical Engagement: A Case Study at Miftahul Ulum Islamic Institute, Indonesia Hafizh Idri Purbajati; Muhaiminah Darajat
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol 16 No 02 (2025): October
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/syaikhuna.v16i02.7685

Abstract

This study explores the internalization of religious behavior among students through philosophical engagement at Miftahul Ulum Islamic Institute. Employing a qualitative field research design, data were collected via participant observation and in-depth interviews with selected students. Analysis followed the Miles and Huberman framework, comprising data reduction, display, and verification. Findings reveal that daily practices such as communal prayers, Qur'an recitation, and philosophical discourse are critical in shaping religious consciousness. The results contribute to understanding religious behavior formation through social and philosophical enculturation in Islamic higher education settings. The methods used are group methods and individual methods. This change in religious behavior is categorized as a change through the enculturation process.
Pemikiran Eksistensialisme Jean-Paul Sartre Dalam Perspektif Kehidupan Masyarakat Kontemporer: Jean-Paul Sartre's Existentialist Thoughts in the Perspective of Contemporary Social Life Hafizh Idri Purbajati; Zainol Hasan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran eksistensialisme Jean-Paul Sartre, khususnya konsep kebebasan dan tanggung jawab individu, dalam konteks kehidupan masyarakat kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta dan Yogyakarta, yang menghadapi dilema eksistensial dalam menentukan pilihan hidup mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema utama terkait dengan pemikiran Sartre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kebebasan Sartre sangat relevan di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang sering kali menghambat kebebasan individu. Partisipan menyatakan bahwa meskipun mereka memiliki kebebasan dalam menentukan arah hidup, norma sosial dan ekspektasi keluarga sering kali membatasi pilihan tersebut. Selain itu, aspek tanggung jawab Sartre juga mendorong mereka untuk lebih reflektif dalam membuat keputusan, mengakui bahwa kebebasan mereka disertai konsekuensi yang harus dihadapi secara mandiri. Konsep ini membantu partisipan merancang kehidupan yang lebih otentik dan bermakna meskipun penuh tantangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran eksistensialisme Sartre memberikan kerangka refleksi yang kuat bagi masyarakat kontemporer untuk memahami dan menjalani hidup yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi. Namun, keberhasilan penerapannya bergantung pada kemampuan individu untuk menyeimbangkan kebebasan pribadi dengan tanggung jawab sosial dan tekanan eksternal. Studi ini menyoroti perlunya ruang bagi individu dalam masyarakat modern untuk mengekspresikan identitas mereka secara bebas tanpa terhambat oleh standar sosial.