Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadartahuan Masyarakat Pesisir Semarang Tentang Sampah Dalam Menjaga Kelestarian Wilayah Pesisir dan Laut Aditano Retawimbi; Aulia Sanova; Mualim Tahari; Khaira Fitriana; Dinni Septianingrum
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1768

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dialami di berbagai kota di dunia. Apabila tidak dikelola dengan baik maka sampah akan menjadi masalah baik bagi pemerintah ataupun masyarakat. Kota Semarang sebagai salah satu kota pesisir di utara jawa menghasilkan kurang lebih 431, 534.65 Ton atau 1,182.29 Ton sampah setiap hari. Salah satu timbulan sampah yang ada di sekitar lingkungan masyarakat pasti  bermuara di sekitar pesisir  pantai. Dalam rangka meningkatkan kesadartahuan masyarakat mengenai sampah maka diadakan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyakat masyarakat mengenai konsep Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dengan cara membuat ecobrick.  Pengabdian ini dilaksanakan di kawasan pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu kota Semarang melalui metode langsung terjun kepesisir dengan melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya adalah Bersih pantai, pemilahan sampah serta pelatihan pembuatan ecobrick menggunakan sampah plastik anorganik. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sampah dan pengelolaanya serta ecobrick cenderung meningkat secara signifikan. Persentase peserta  meningkat dari tidak tahu yaitu 10 % menjadi sangat tahu 89% pada aspek pengetahuan mengenai sampah, tidak tahu 51% menjadi sangat tahu 85% pada pengetahuan tentang 3R, dan tidak tahu 80% menjadi sangat tahu  84% pada pengetahuan mengenai ecobrick.
Pelatihan Diversifikasi Olahan Produk berbahan Beras Hitam untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi di Desa Glesungrejo Kabupaten Wonogiri M. Al Haris; Nurhidajah; Amin Samiasih; Fitri Anjani; Alya Febriyani; Ayesha Nayla Salsadella; Anne Mutiara Wardani; Aulia Dewi Gustiarni; Syafina Amira Firdaus; Ilham Khairul Anam; Marsela Ayu Irdiana; Miftakhurizki; Mualim Tahari
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v7i2.528

Abstract

Glesungrejo Village, located in Baturetno Subdistrict, Wonogiri Regency, possesses considerable agricultural potential, with the majority of its population engaged in farming. Nevertheless, this potential has not yet provided optimal contributions to the local economy due to limitations in managing agricultural products to enhance their added value. This condition underscores the need for integrative strategies that can link the utilization of natural resources with the strengthening of the local economy in a sustainable manner. Through a grant from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology under the Community Empowerment scheme, the Student Executive Board of the Faculty of Agricultural Science and Technology, Universitas Muhammadiyah Semarang (BEM FSTP UNIMUS), initiated a program to develop innovations in local agricultural products. The program involved the Women Farmers’ Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) as the primary partner in improving product quality and added value, with a focus on the flagship commodity of black rice. The outcomes demonstrated a significant improvement in participants’ understanding of black rice processing, ranging from drying using a cabinet dryer, flour production, to the formulation of food products such as cookies, snack bars, muffins, and herbal beverages. In addition to technical skill enhancement, participants were also able to operate production equipment independently. The establishment of micro-enterprises and the emergence of local cadres as community facilitators serve as indicators of the program’s success in fostering socio-economic empowerment based on post-harvest innovation. Overall, this initiative contributes to strengthening community capacity and enhancing the competitiveness of agricultural products.