Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI ANAK BERBAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 1 PANGARENGAN Muessah Muessah; Fatimah Dwi Rahmayani; Erlina Damayanti; Mohammad Al Farisi; Jatim Desiyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13692

Abstract

ABSTRACT Gifted children possess intellectual abilities, creativity, and learning potential that are above average compared to their peers, requiring educational services that are aligned with their needs and characteristics. However, learning in schools is still often conducted through conventional classroom instruction, which does not fully accommodate differences in students’ abilities, resulting in the potential of gifted children not being optimally developed. This study focuses on strategies for developing the potential of gifted children during the learning process at SMPN 1 Pangarengan, including the learning strategies implemented by teachers, the role of teachers, the forms of potential developed, as well as the challenges encountered and efforts to overcome them. This study employed a qualitative approach with a case study design conducted in Class VII-A of SMPN 1 Pangarengan, involving a subject teacher as the research participant. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers implemented differentiated instruction, Project-Based Learning (PjBL), inquiry-based learning, enrichment programs, and peer tutoring, which contributed to developing gifted students’ creativity, critical thinking, learning engagement, and deeper understanding of learning materials. Teachers also served as motivators, mentors, and facilitators. Despite challenges such as differences in students’ abilities, limited instructional time, inadequate learning facilities, and the absence of specialized programs for gifted students, teachers addressed these challenges through adaptive and innovative learning strategies. Therefore, student-centered learning tailored to students’ characteristics plays an important role in optimizing the academic and non-academic potential of gifted children. ABSTRAK Anak berbakat memiliki kemampuan intelektual, kreativitas, dan potensi belajar di atas rata-rata teman sebayanya sehingga memerlukan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya. Namun, pembelajaran di sekolah masih cenderung dilaksanakan secara klasikal sehingga perbedaan kemampuan peserta didik belum sepenuhnya terakomodasi dan potensi anak berbakat belum berkembang secara optimal. Penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan potensi anak berbakat dalam proses pembelajaran di SMPN 1 Pangarengan, meliputi strategi pembelajaran yang diterapkan guru, peran guru, bentuk potensi yang dikembangkan, serta hambatan dan upaya mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di kelas VII-A SMPN 1 Pangarengan dengan subjek seorang guru mata pelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, Project-Based Learning (PjBL), pembelajaran berbasis inkuiri, program pengayaan, dan tutor sebaya yang berkontribusi terhadap pengembangan kreativitas, berpikir kritis, keaktifan belajar, dan pemahaman materi siswa berbakat. Guru berperan sebagai motivator, pembimbing, dan fasilitator. Meskipun terdapat hambatan berupa perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, sarana pembelajaran, dan belum tersedianya program khusus, guru mengatasinya melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Dengan demikian, pembelajaran yang berpusat pada siswa dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik berperan penting dalam mengoptimalkan potensi anak berbakat pada aspek akademik maupun nonakademik.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 1 TORJUN Asmaul Husna; Nila Faradis; St. Nor Haliza Aprilianti; Jatim Desiyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13693

Abstract

ABSTRAK An effective learning process is an essential factor in improving students' learning outcomes. However, in practice, many students still experience learning difficulties that hinder the achievement of learning objectives. Therefore, this study aims to analyze students' learning difficulties during the learning process at SMPN 1 Torjun and identify the factors contributing to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach involving teachers and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that the learning process at SMPN 1 Torjun generally proceeded well and in a conducive manner through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) method, the use of instructional media, and the creation of a comfortable classroom environment. Nevertheless, some students still experienced learning difficulties, particularly in Mathematics, English, Social Studies, and Cultural Arts. These difficulties were influenced by internal factors, such as limited understanding of the learning materials and lack of concentration, as well as external factors, including monotonous teaching methods and an unconducive classroom environment. To overcome these difficulties, students engaged in independent learning, asked questions to their teachers, and participated in peer discussions, while teachers provided motivation, additional assignments, and regular evaluations. The study concludes that the implementation of interactive learning methods, supported by a conducive learning environment and active collaboration between teachers and students, plays an important role in reducing students' learning difficulties and improving their learning outcomes. ABSTRAK Proses pembelajaran yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, namun pada praktiknya masih terdapat berbagai kesulitan belajar yang dialami siswa sehingga dapat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN 1 Torjun serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas siswa dan guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SMPN 1 Torjun secara umum berlangsung dengan baik dan kondusif melalui penerapan metode Problem Based Learning (PBL), pemanfaatan media pembelajaran, serta penciptaan suasana kelas yang nyaman. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan belajar, terutama pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Seni Budaya. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rendahnya pemahaman materi dan kurangnya konsentrasi, serta faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang monoton dan lingkungan kelas yang kurang kondusif. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar meliputi belajar mandiri, bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman sebaya, serta pemberian motivasi, tugas tambahan, dan evaluasi secara berkala oleh guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran yang interaktif, didukung lingkungan belajar yang kondusif serta kolaborasi aktif antara guru dan siswa, berperan penting dalam mengurangi kesulitan belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa.