ABSTRAK An effective learning process is an essential factor in improving students' learning outcomes. However, in practice, many students still experience learning difficulties that hinder the achievement of learning objectives. Therefore, this study aims to analyze students' learning difficulties during the learning process at SMPN 1 Torjun and identify the factors contributing to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach involving teachers and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that the learning process at SMPN 1 Torjun generally proceeded well and in a conducive manner through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) method, the use of instructional media, and the creation of a comfortable classroom environment. Nevertheless, some students still experienced learning difficulties, particularly in Mathematics, English, Social Studies, and Cultural Arts. These difficulties were influenced by internal factors, such as limited understanding of the learning materials and lack of concentration, as well as external factors, including monotonous teaching methods and an unconducive classroom environment. To overcome these difficulties, students engaged in independent learning, asked questions to their teachers, and participated in peer discussions, while teachers provided motivation, additional assignments, and regular evaluations. The study concludes that the implementation of interactive learning methods, supported by a conducive learning environment and active collaboration between teachers and students, plays an important role in reducing students' learning difficulties and improving their learning outcomes. ABSTRAK Proses pembelajaran yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, namun pada praktiknya masih terdapat berbagai kesulitan belajar yang dialami siswa sehingga dapat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN 1 Torjun serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas siswa dan guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SMPN 1 Torjun secara umum berlangsung dengan baik dan kondusif melalui penerapan metode Problem Based Learning (PBL), pemanfaatan media pembelajaran, serta penciptaan suasana kelas yang nyaman. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan belajar, terutama pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Seni Budaya. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rendahnya pemahaman materi dan kurangnya konsentrasi, serta faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang monoton dan lingkungan kelas yang kurang kondusif. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar meliputi belajar mandiri, bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman sebaya, serta pemberian motivasi, tugas tambahan, dan evaluasi secara berkala oleh guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran yang interaktif, didukung lingkungan belajar yang kondusif serta kolaborasi aktif antara guru dan siswa, berperan penting dalam mengurangi kesulitan belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2026