Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah (father involvement) dengan psychological well-being pada dewasa awal serta memperoleh gambaran mengenai tingkat persepsi keterlibatan ayah dan psychological well-being pada responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Universitas Yudharta Pasuruan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 367 responden berusia 18–35 tahun. Instrumen penelitian menggunakan Skala Persepsi Keterlibatan Ayah berdasarkan teori Lamb (2010) dan Skala Psychological Well-Being berdasarkan teori Ryff (1989). Hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov–Smirnov dengan pendekatan Monte Carlo menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal. Namun, hasil uji linearitas menunjukkan adanya penyimpangan dari asumsi linearitas sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar ρ = 0,094 dengan nilai signifikansi p = 0,073 (p > 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat rendah dan tidak signifikan antara persepsi keterlibatan ayah dan psychological well-being. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H1) ditolak, sedangkan hipotesis nol (H0) gagal ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dan psychological well-being tidak terbukti signifikan pada sampel penelitian, sehingga terdapat kemungkinan bahwa psychological well-being pada dewasa awal dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.