Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membaca Simbol Visual Kebudayaan Korea pada Drama When Life Gives You Tangerines Linda Nurul Hidayah; Agus Ainul Yaqin; Wendra Ajistyatama
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4281

Abstract

Fenomena Korean Wave (Hallyu) telah menjadikan drama Korea sebagai salah satu media populer yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi dan penyebaran nilai budaya Korea kepada masyarakat global. Drama When Life Gives You Tangerines menghadirkan berbagai simbol visual yang menggambarkan kehidupan sosial, tradisi, spiritualitas, serta identitas budaya masyarakat Jeju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebudayaan Korea melalui simbol-simbol visual dalam drama When Life Gives You Tangerines menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi pustaka. Data penelitian berupa adegan visual dalam episode 6 drama yang dianalisis melalui tiga tahapan pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol visual dalam drama merepresentasikan berbagai aspek budaya Korea, khususnya budaya Jeju, seperti arsitektur tradisional (choga, olle, dan jeongnang), tradisi haenyeo, nilai gotong royong, spiritualitas masyarakat pesisir, penghormatan terhadap leluhur, penggunaan pakaian tradisional, serta sistem sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut tidak hanya menggambarkan realitas budaya, tetapi juga membangun makna ideologis mengenai ketahanan, solidaritas, hubungan manusia dengan alam, dan keberlanjutan tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama Korea dapat menjadi media representasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan identitas dan warisan budaya lokal Korea kepada khalayak internasional.
Analisis Framing Berita Politik di Tempo.co dan Detik.com: Terhadap Pemakzulan Gibran Edisi 1-7 Mei 2025 Mohammad Azizi Zulmi; Agus Ainul Yaqin M, S; Wendra Ajistyatama
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i8.4286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pemberitaan mengenai isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka pada media daring Tempo.co dan Detik.com selama periode 1-7 Mei 2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh peran strategis media massa dalam membentuk opini publik, terutama pada isu sensitif yang berkaitan dengan dinamika politik dan demokrasi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki yang mencakup empat struktur utama: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data diperoleh melalui dokumentasi berita yang dipublikasikan kedua media selama periode penelitian, yang menghasilkan 7 berita dari Tempo.co dan 7 berita dari Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co membingkai isu pemakzulan sebagai persoalan politik dan demokrasi yang kompleks yang memerlukan perhatian publik, dengan penyajian informasi yang kontekstual dan analisis mendalam. Sebaliknya, Detik.com lebih menekankan aspek faktual, kronologis, dan keseimbangan sumber, dengan penyajian berita yang cepat, ringkas, dan informatif. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa media memiliki kecenderungan berbeda dalam mengonstruksi realita politik, yang dipengaruhi oleh karakteristik dan latar belakang kepemilikan masing-masing media. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang peran media dalam membentuk wacana publik dan pentingnya literasi media bagi masyarakat dalam menyikapi pemberitaan politik.