Fenomena Korean Wave (Hallyu) telah menjadikan drama Korea sebagai salah satu media populer yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi dan penyebaran nilai budaya Korea kepada masyarakat global. Drama When Life Gives You Tangerines menghadirkan berbagai simbol visual yang menggambarkan kehidupan sosial, tradisi, spiritualitas, serta identitas budaya masyarakat Jeju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebudayaan Korea melalui simbol-simbol visual dalam drama When Life Gives You Tangerines menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi pustaka. Data penelitian berupa adegan visual dalam episode 6 drama yang dianalisis melalui tiga tahapan pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol visual dalam drama merepresentasikan berbagai aspek budaya Korea, khususnya budaya Jeju, seperti arsitektur tradisional (choga, olle, dan jeongnang), tradisi haenyeo, nilai gotong royong, spiritualitas masyarakat pesisir, penghormatan terhadap leluhur, penggunaan pakaian tradisional, serta sistem sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut tidak hanya menggambarkan realitas budaya, tetapi juga membangun makna ideologis mengenai ketahanan, solidaritas, hubungan manusia dengan alam, dan keberlanjutan tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama Korea dapat menjadi media representasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan identitas dan warisan budaya lokal Korea kepada khalayak internasional.