Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia (lansia). Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi penyakit kronis. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan strategi promotif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Program GERMAS Lansia melalui edukasi kesehatan dan skrining penyakit kronis terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat pada lansia di GBI Bukit Pengharapan Kediri. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 45 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi meliputi edukasi mengenai hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, asam urat, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, serta asam urat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda, sedangkan perilaku hidup sehat menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat secara bermakna setelah intervensi (p<0,001). Skor perilaku hidup sehat juga mengalami peningkatan signifikan (p<0,001). Hasil skrining menunjukkan sebagian lansia memiliki hipertensi, hiperglikemia, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia sehingga memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Program GERMAS Lansia efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat serta membantu deteksi dini faktor risiko penyakit kronis pada lansia.