Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Skrining Kesehatan Komunitas untuk Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Srinalesti Mahanani; Kili Astarani; Selvia David Richard; Fidiana Kurniawati; Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani; Lorraine Shields; Lisa Bursch; Sungguh Manullang; Alejandra Arrogo; Wasyana Debora Aurelia Ayu; Sharon Rose; Ahmad Zururi; Ester Eliana; Yessi Putri Thalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i2.691

Abstract

Penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga deteksi dini berbasis komunitas penting, terutama pada kelompok dewasa dan lanjut usia yang belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi risiko metabolik dan kardiovaskular melalui skrining kesehatan terpadu serta memberikan edukasi individual berdasarkan hasil pemeriksaan. Program dilaksanakan di Kabupaten Kediri pada April 2026 dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Sasaran berasal dari keluarga binaan klinik komunitas, komunitas Hamba Tuhan, dan jemaat gereja. Skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, dan asam urat, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi hasil, konseling individual, serta rekomendasi pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan bagi peserta dengan temuan abnormal. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan indikator ketercapaian target. Sebanyak 102 peserta mengikuti kegiatan sehingga mencapai 121,4% dari target awal. Pemeriksaan gula darah sewaktu menemukan 10,8% peserta pada kategori pradiabetes dan 2,9% pada kategori skrining diabetes. Kadar asam urat tinggi ditemukan pada 43,1% peserta, sedangkan 52,9% memiliki kolesterol total batas tinggi atau tinggi. Dari 101 peserta dengan klasifikasi tekanan darah lengkap, 94,1% berada pada kategori peningkatan tekanan darah, prahipertensi, atau hasil skrining hipertensi. Kegiatan mencapai cakupan skrining yang tinggi dan capaian peningkatan pemahaman masyarakat tentang deteksi gejala awal penyakit tidak menular. Skrining komunitas yang terintegrasi dengan edukasi individual bermanfaat untuk menemukan peserta yang memerlukan pemeriksaan konfirmasi dan mengarahkan konseling pencegahan, meskipun hasil skrining satu kali tidak dapat diperlakukan sebagai diagnosis klinis definitif.
PENGARUH EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI KOMUNITAS KARANG TARUNA Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani; Kili Astarani; Tri Sulistyarini; Debora Aurelia; Stephanie Aurellya
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.1014

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan mulai mengancam kelompok usia remaja akibat perubahan gaya hidup. Upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi gaya hidup sehat menjadi strategi penting dalam pengendalian faktor risiko DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gaya hidup sehat terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan diabetes melitus di komunitas Karang Taruna Karya Winatra Kelurahan Banaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 remaja anggota Karang Taruna Karya Winatra yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi gaya hidup sehat meliputi pola makan seimbang, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan pencegahan perilaku berisiko. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan dan sikap remaja setelah diberikan edukasi gaya hidup sehat. Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan edukasi gaya hidup sehat terhadap pengetahuan (p < 0,05) dan sikap remaja (p < 0,05) dalam pencegahan diabetes melitus. Edukasi gaya hidup sehat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan diabetes melitus. Edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.
EFEKTIVITAS PROGRAM GERMAS LANSIA MELALUI EDUKASI DAN SKRINING PENYAKIT KRONIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP SEHAT PADA LANSIA DI GBI BUKIT PENGHARAPAN KEDIRI Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani; Maria Nubatonis; Putu Indraswari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1075

Abstract

Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia (lansia). Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi penyakit kronis. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan strategi promotif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Program GERMAS Lansia melalui edukasi kesehatan dan skrining penyakit kronis terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat pada lansia di GBI Bukit Pengharapan Kediri. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 45 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi meliputi edukasi mengenai hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, asam urat, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, serta asam urat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda, sedangkan perilaku hidup sehat menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat secara bermakna setelah intervensi (p<0,001). Skor perilaku hidup sehat juga mengalami peningkatan signifikan (p<0,001). Hasil skrining menunjukkan sebagian lansia memiliki hipertensi, hiperglikemia, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia sehingga memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Program GERMAS Lansia efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat serta membantu deteksi dini faktor risiko penyakit kronis pada lansia.