Fauji Ilyas
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMUNIKASI DAKWAH DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA/SISWI SMK PERTAMBANGAN BULI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR MALUT Laode Ilman; Sandi Safrudin; Fikalisman Husain; Akmal Yusup; Nazilah Isnainiyah Irwan; La Ode Ilman; Fauji Ilyas
Journal of Islamic Science Community Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v4i2.1169

Abstract

SMKS Pertambangan Buli is an educational institution located in North Maluku, focusing on vocational education. However, the students of SMK PERTAMBANGAN BULI face several issues, such as engaging in romantic relationships within the school environment, displaying inappropriate behavior toward the opposite sex and even mocking, insulting, or bullying one another. This research aims to convey Islamic da'wah messages in fostering the moral character (akhlaq) of students at SMK PERTAMBANGAN BULI. The findings of this study indicate that Da'wah Communication, in the aspect of character development, can be effectively implemented among the students through proper guidance and exemplary behavior. This approach helps to create a more inclusive and sustainable school environment.
Semiotika Peirce pada Gerak Tari Lalayon Masyarakat Desa Gemia, Halmahera Tengah M Nofrizal Amir; Fauji Ilyas
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1513

Abstract

Tarian Lalayon merupakan tarian pergaulan tradisional masyarakat Gamrange (Weda, Patani, dan Maba) yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Sebagai bagian dari kesenian rakyat, tarian ini menyimpan sistem tanda yang sarat nilai sosial, budaya, dan spiritual, namun belum banyak dikaji secara mendalam dari sudut pandang semiotika, khususnya pada gerak tangan dan kaki penarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna semiotik yang terkandung dalam gerak Tarian Lalayon pada masyarakat Gemia dengan menggunakan pendekatan semiotika triadik Charles Sanders Peirce, yaitu representamen, objek, dan interpretant, serta trikotomi tanda berupa ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku tari, dan masyarakat pendukung tarian di Desa Gemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tangan dan kaki dalam Tarian Lalayon memuat makna berlapis: gerak tangan dari luar ke dalam (Patani) dimaknai sebagai simbol merangkul sesama, sedangkan gerak dari dalam ke luar (Weda dan Maba) dimaknai sebagai simbol memberi kasih tanpa pamrih; larangan bersentuhan antarpenari dan batas ketinggian tangan menegaskan nilai kesucian dan penghambaan kepada Allah SWT; sementara gerak kaki memaknai kesabaran, keberanian memulai langkah hidup, dan keseimbangan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Temuan ini menegaskan bahwa Tarian Lalayon berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal yang mewariskan nilai persatuan, kasih sayang, dan spiritualitas Islam tanpa bergantung pada bahasa verbal. Keywords: semiotika Peirce, tarian lalayon, komunikasi nonverbal, Gerak tari, Nilai keislaman