This Author published in this journals
All Journal Al-Mu'awanah
rudi setiawan, Rudi Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Living Qur’an dan Kesadaran Eksistensial Mahasiswa: Refleksi atas Nilai Universal Al-Qur’an tentang Makna Hidup dan Tanggung Jawab (Analisis QS. al-‘Asr [103]:1–3) rudi setiawan, Rudi Setiawan
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ebw89g64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa memaknai QS. al-Asr [103]:1–3 dalam konteks kesadaran eksistensial, khususnya terkait makna hidup dan tanggung jawab. Berangkat dari pendekatan Living qur’an, penelitian ini memfokuskan diri pada dimensi resepsi individual yang berlangsung melalui pengalaman batin, refleksi diri, dan dialog mahasiswa terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Metode penelitian menggunakan fenomenologi Husserl–Heidegger dengan teknik wawancara mendalam, observasi fenomenologis di ruang kelas, dan analisis tematik untuk menata pola makna yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Asr membangkitkan tiga bentuk kesadaran utama: (1) kesadaran waktu sebagai batas eksistensial yang menuntut orientasi hidup lebih terarah; (2) kesadaran tanggung jawab sebagai dorongan internal untuk memperbaiki perilaku akademik dan moral; dan (3) kesadaran reflektif yang memunculkan proses evaluasi diri dan pencarian keautentikan. Analisis fenomenologi mengungkap bahwa pemaknaan tersebut tidak berhenti pada tataran kognitif, tetapi membentuk transformasi kesadaran melalui gerak intentionalitas menuju pengalaman religius yang lebih mendalam. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian Living qur’an berbasis pengalaman eksistensial, serta menawarkan pendekatan pedagogis baru bagi pendidikan tinggi yang menempatkan tadabbur sebagai proses pembentukan karakter. Sementara itu, keterbatasan penelitian terletak pada lingkup partisipan yang sempit dan fokus pada satu surah, sehingga penelitian lanjutan perlu melibatkan populasi lebih luas dan menggunakan ayat bernuansa eksistensial lainnya untuk memperkaya pemahaman resepsi mahasiswa terhadap Al-Qur’an.