Tri Prapto Kurniawan
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kondisi Pencahayaan Lingkungan Rumah Sebagai Penyebab Kejadian Pneumonia pada Anak di Kabupaten Banjarnegara Yuni Wijayanti; Arum Siwiendrayanti; Fifti Istiklaili; Lutfi Muzaqi; Tri Prapto Kurniawan; Agus Sapta Eka Waluya; Adinda Mayhana Pramesti; Diyan Argani Kusumaningtyas
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.32425

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita, dengan beban besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi pneumonia balita meningkat dari 3,55% (2019–2021) menjadi 4,06% pada 2023, dengan tren serupa di Jawa Tengah dan Kabupaten Banjarnegara. Kondisi fisik rumah, terutama pencahayaan alami, diduga menjadi faktor risiko penting. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pencahayaan rumah dengan kejadian pneumonia pada anak usia 1–5 tahun di Kabupaten Banjarnegara. Metode: Penelitian case control ini melibatkan 68 responden (34 kasus, 34 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Punggelan I dan Susukan II. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan lux meter. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Pencahayaan buruk (<60 lux) memiliki hubungan signifikan dengan pneumonia (OR = 2,091; 95% CI: 1,220–3,584; p = 0,008). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pencahayaan rumah dan pneumonia balita. Anak yang tinggal di rumah dengan pencahayaan kurang baik berisiko lebih dari dua kali lipat terkena pneumonia dibandingkan dengan yang tinggal di rumah dengan pencahayaan memadai.
Faktor Lingkungan sebagai Penyebab Kasus Pneumonia di Banjarnegara, Jawa Tengah Yuni Wijayanti; Fifti Istiklaili; Lutfi Muzaqi; Arum Siwiendrayanti; Mustofa Daru Affandi; Anita Luvitasari; Adinda Mayhana Pramesti; Diyan Argani Kusumaningtyas; Tri Prapto Kurniawan; Fery Nurhandoko
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.81708

Abstract

Latar belakang: Pneumonia masih memberikan kontribusi besar terhadap kematian anak usia di bawah lima tahun. Di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, cakupan deteksi pneumonia pada 2024 baru mencapai 70,1%, sementara prevalensinya meningkat menjadi 3,28%. Penelitian ini bertujuan menilai keterkaitan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah tersebut.Metode: Penelitian case-control ini merekrut 68 balita melalui purposive sampling, masing-masing 34 subjek pada kelompok kasus dan kontrol. Kasus ditentukan berdasarkan diagnosis pneumonia selama 2024-2025. Kontrol merupakan balita seusia yang tinggal di sekitar rumah kasus dan tidak mempunyai riwayat pneumonia. Informasi diperoleh melalui observasi serta pengukuran langsung terhadap jumlah koloni fungi, suhu, intensitas pencahayaan, dan kelembapan lingkungan rumah.Hasil: Fungi yang teridentifikasi meliputi Aspergillus sp., Fusarium sp., dan Rhizopus sp., sedangkan mikroba yang ditemukan adalah Staphylococcus. Analisis bivariat memperlihatkan bahwa jumlah koloni fungi, suhu, pencahayaan, dan kelembapan masing-masing berkaitan dengan kejadian pneumonia pada balita (p<0,001; p=0,029; p=0,003; dan p=0,006).Simpulan: Kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Banjarnegara berkaitan secara signifikan dengan kualitas lingkungan rumah. Oleh sebab itu, pengendalian faktor lingkungan hunian perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan pneumonia pada balita. ABSTRACTTitle: Environmental Factors as the Cause of Pneumonia Cases in Banjarnegara, Central Java ProvinceBackground: Pneumonia continues to contribute substantially to mortality among children under five years of age. In Banjarnegara Regency, Central Java, pneumonia detection coverage reached only 70.1% in 2024, while prevalence increased to 3.28%. This study assessed the association between household environmental conditions and pneumonia among young children in the regency.Method: This case-control study enrolled 68 children through purposive sampling, comprising 34 cases and 34 controls. Cases were identified from children diagnosed with pneumonia during 2024-2025. Controls were age-matched children living near the case households who had no previous history of pneumonia. Data were obtained through observation and direct measurement of fungal colony counts, temperature, indoor lighting, and humidity.Result: Aspergillus sp., Fusarium sp., and Rhizopus sp. were the fungal genera identified, while Staphylococcus was the detected bacterial genus. Bivariate analysis indicated significant associations of fungal colony count, temperature, lighting, and humidity with pneumonia in children under five (p<0.001, p=0.029, p=0.003, and p=0.006, respectively).Conclusion: Household environmental quality was significantly associated with pneumonia among children under five in Banjarnegara Regency. Measures to control residential environmental risks should therefore be incorporated into pneumonia-prevention programs for this age group.