Kadek Ayu Laras Sati
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Bakteri Patogen pada Olahan Pangan Rumah Sakit dengan Metode Total Plant Count Kadek Ayu Laras Sati; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Erwan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.109123

Abstract

Keamanan pangan merupakan prasyarat utama dalam penyelenggaraan layanan gizi rumah sakit karena makanan yang dikonsumsi pasien harus aman secara mikrobiologis dan sesuai dengan prinsip higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mikrobiologis olahan pangan berupa ayam, tahu, serta sayuran yang disajikan di Rumah Sakit X dengan mendeteksi keberadaan bakteri Escherichiajcoli, Salmonella sp., Shigellapsp., dan Vibriolcholerae. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif laboratorik. Sampel diambil secara aseptik sebanyak tiga jenis pangan siap saji, kemudian diuji menggunakan media Plate Count Agar (PCA), MacConkeyx Agar (MC), Salmonella-Shigella Agar (SSA), dan Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS). Apabila ditemukan koloni tersangka, konfirmasi dilakukan melalui pemurnian pada Nutrient Agar (NA) serta uji biokimia TSIA, SIM, Simmons citrate, dan uji oksidase. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji terhadap kriteria keamanan pangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki nilai TPC <30 koloni/gram dan tidak menunjukkan pertumbuhan koloni tersangka pada media selektif. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa ketiga olahan pangan yang diuji memenuhi persyaratan keamanan mikrobiologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi simultan pangan siap saji rumah sakit melalui kombinasi enumerasi total mikroba dan deteksi selektif empat bakteri patogen utama penyebab gangguan gastrointestinal. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan bahwa pengolahan pangan di Rumah Sakit X telah menerapkan higiene dan sanitasi yang memadai sehingga makanan aman untuk dikonsumsi pasien. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memastikan keamanan makanan bagi pasien rumah sakit serta mendukung pencegahan risiko penyakit bawaan makanan (foodborne disease).