Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan melepas diapers pada anak autis kelas III di Sekolah Inklusi melalui penerapan teknik modelling. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kemandirian anak autis dalam aktivitas sehari-hari, khususnya toilet training, yang sering kali menjadi tantangan akibat ketergantungan pada diapers. Anak autis mengalami kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan kebutuhan buang air, sehingga diperlukan intervensi yang efektif untuk membantu mereka menguasai keterampilan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif, melalui observasi, wawancara dan literatur review. Subjek penelitian adalah anak autis kelas III di Sekolah Inklusi yang masih mengalami ketergantungan pada diapers. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta evaluasi hasil kerja siswa. Teknik modeling dipilih sebagai intervensi karena kemampuannya dalam memfasilitasi pembelajaran melalui pengamatan dan peniruan perilaku yang diperagakan oleh guru. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan peningkatan keterampilan melepas diapers pada anak autis, yang meliputi kemampuan mengenali tanda-tanda tubuh, mengikuti langkah-langkah menuju toilet, dan melepas diapers secara mandiri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi anak selama proses toilet training dan mengevaluasi efektivitas teknik modeling dalam mengatasi hambatan tersebut. Manfaat penelitian mencakup aspek praktis bagi pendidik dan orang tua dalam mengajarkan keterampilan mandiri, kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus, serta peningkatan kualitas hidup anak autis melalui kemandirian dan integrasi sosial. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan layanan pendidikan di SLB dan lembaga serupa.