Triliana Triliana
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Statistik Mahasiswa PAI: Tinjauan Sistematis atas Indikator, Tantangan, dan Pembelajaran Kontekstual Triliana Triliana; Iqbal Ramadani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5251

Abstract

Literasi statistik menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) karena kegiatan akademik dan profesi keguruan menuntut kemampuan membaca, menilai, dan menggunakan data pendidikan secara bertanggung jawab, sementara kajian yang secara khusus memetakan kebutuhan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mensintesis urgensi, indikator, tantangan, dan arah pembelajaran literasi statistik bagi mahasiswa PAI. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review berbasis PRISMA terhadap 33 artikel jurnal yang lolos seleksi, dengan sumber fondasional dan regulasi pendidikan tinggi sebagai pendukung. Data literatur diekstraksi ke dalam matriks dan dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil kajian menghasilkan sepuluh indicator yaitu membaca tabel dan grafik, memahami ukuran statistik dasar, memahami hubungan antarvariabel, menafsirkan output statistik sederhana, mengevaluasi klaim berbasis data, menarik kesimpulan sesuai bukti, mengomunikasikan data, mengenali bias dan keterbatasan, menggunakan perangkat digital secara kritis. serta menghubungkan data dengan konteks pendidikan Islam. Tantangan utama meliputi statistics anxiety, disonansi identitas keilmuan, pembelajaran prosedural, keterbatasan akses teknologi, dan penggunaan AI tanpa verifikasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Statistik Pendidikan bagi mahasiswa PAI perlu berorientasi pada penalaran data, menggunakan kasus pendidikan Islam, dilaksanakan secara bertahap dan empatik, serta menempatkan teknologi dan AI sebagai scaffolding yang tetap memerlukan verifikasi. Temuan ini menyediakan dasar konseptual bagi pengembangan instrumen dan penelitian empiris lanjutan.