Kreativitas dalam matematika diartikan sebagai perumusan baru terkait ide atau solusi yang tepat, penemuan cara dan sarana untuk solusinya, dan penemuan metode solusi orisinil untuk masalah yang tidak biasa. Terdapat 3 indikator yang biasa digunakan untuk melihat kreativitas siswa yakni fluency, flexibility, dan novelty. Kreativitas yang ditunjukkan antara siswa satu dengan siswa yang lain berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas siswa SMP dalam pemecahan masalah setara PISA konten runag dan bentuk berdasarkan kemampuan matematika kategori tinggi dan sedang. Subjek dalam penelitian ini sebanyak enam orang siswa laki-laki dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang. Pengumpulan data dilakukan secara tertulis dan wawancara. Secara tertulis dengan menggunakan Tes Kemampuan Matematika (TKM), Tugas Pemecahan Masalah PISA (TPMP), dan wawancara. Selanjutnya data dianalisis menggunakan indikator kreativitas yang diadaptasi dari Silver (1997). Kemudian, untuk menjamin keabsahan data penelitian yang diperoleh, dilakukan traingulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi memenuhi ketiga aspek indikator kreativitas yakni fluency, flexibility, dan novelty. Sedangkan pada siswa berkemampuan matematika sedang hanya memenuhi aspek fluency. Pada aspek flexibility, siswa berkemampuan matematika sedang, hanya didasarkan pada firasat dan dugaan saja. Sehingga mereka juga belum memenuhi aspek novelty. Hasil dari penelitian ini merekomendasikan agar guru mengintegrasikan soal kontekstual setara PISA dalam pembelajaran untuk mengembangkan kreativitas siswa.