Putri, Ayuningtyas Wibowo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Ruang Gerak Pelayanan Medis IRNA RSU Permata Blora Putri, Ayuningtyas Wibowo; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecukupan ruang gerak pada Instalasi Rawat Inap (IRNA) dalam mendukung efektivitas pelayanan medis, khususnya pada kondisi darurat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dimensi ruang IRNA Lantai 1 RSU Permata Blora yang menerapkan konfigurasi empat tempat tidur per kamar terhadap standar ergonomi dan antropometri (Neufert) serta ketentuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui analisis dokumen perencanaan proyek, yang dilengkapi dengan analisis spasial berupa overlay zona aktivitas dan simulasi manuver peralatan medis darurat.Disimpulkan bahwa desain ruang rawat inap dengan 4 tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian desain spasial dengan rekomendasi jarak lateral ±150 cm guna menjamin keselamatan pasien dan efektivitas tindakan medis, serta evaluasi ulang total tata letak ruangan untuk mengurangi kepadatan atau meningkatkan kelapangan ruang gerak.Secara garis besar, dimensi ruang rawat inap berada pada kondisi paling minimal yang diizinkan untuk mendukung aktivitas dan pergerakan di dalamnya. Dimensi kritis ditemukan pada jarak lateral samping tempat tidur ke dinding dan partisi yang berada di bawah standar acuan, sehingga berpotensi menimbulkan hambatan sirkulasi (bottleneck) terhadap pergerakan simultan tenaga medis dan peralatan darurat. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang kerja dan berpotensi mempengaruhi kecepatan respons serta keselamatan pasien.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa konfigurasi ruang rawat inap dengan empat tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional pelayanan medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian penataan ruang melalui rekomendasi peningkatan jarak lateral tempat tidur guna meningkatkan kelancaran ruang gerak, keselamatan pasien, dan efektivitas tindakan medis darurat.