Claim Missing Document
Check
Articles

LESSON LEARNT FROM KREDIT TRIGUNA: THE HOUSING FINANCE FOR LOW-INCOME COMMUNITY Astuti, Dyah Widi
Sinektika Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.216 KB)

Abstract

Financial aid or loan designed specifically for housing the low income community,especially they are working in informal sector, is necessary. To answer the need, abouttwo decades ago, Bank Tabungan Negara (BTN) or The State Savings Bank hadintroduced a loan package, named Kredit Triguna. Designed as a mixed microcreditpolicy, this loan implemented a fully concept of integrated approach. But it was onlyavailable for two years, and then discontinued. As one of the best practice microfinanceprograms at the time, this condition was considered as a unique case. This paper aimsto evaluate the previous microcredit policy, that was Kredit Triguna, in its implementation and to identify reasons for its success or failure in performance. As a sample of case study, a project of housing redevelopment in Kalianyar riverbank, Mojosongo, Surakarta using the loan is observed. The result of the study will help in developing new alternative scheme in housing finance for the low-income community.
LESSON LEARNT FROM KREDIT TRIGUNA: THE HOUSING FINANCE FOR LOW-INCOME COMMUNITY Astuti, Dyah Widi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.216 KB)

Abstract

Financial aid or loan designed specifically for housing the low income community,especially they are working in informal sector, is necessary. To answer the need, abouttwo decades ago, Bank Tabungan Negara (BTN) or The State Savings Bank hadintroduced a loan package, named Kredit Triguna. Designed as a mixed microcreditpolicy, this loan implemented a fully concept of integrated approach. But it was onlyavailable for two years, and then discontinued. As one of the best practice microfinanceprograms at the time, this condition was considered as a unique case. This paper aimsto evaluate the previous microcredit policy, that was Kredit Triguna, in its implementation and to identify reasons for its success or failure in performance. As a sample of case study, a project of housing redevelopment in Kalianyar riverbank, Mojosongo, Surakarta using the loan is observed. The result of the study will help in developing new alternative scheme in housing finance for the low-income community.
PUBLIC PRIVATE COMMUNITY PARTNERSHIP: POTENSI KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI STUDI KASUS: RUMAH ATSIRI INDONESIA Lutfiyani, Yulia Nilam Ainun; Astuti, Dyah Widi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.631 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9859

Abstract

Rumah Atsiri Indonesia merupakan wisata edukasi yang berada Dukuh Watusambang, Desa Pumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berasal dari hasil restorasi Pabrik Minyak Atsiri ?Citronella? Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Rumah Atsiri Indonesia menginginkan suatu pengembangan yang baik untuk mencapai visi misi dan tujuannya sebagai ikon Desa Plumbon dan berperan dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Rumah Atsiri Indonesia memiliki permasalahan berupa keterbatasan lahan, hubungan yang kurang baik dengan masyarakat sekitar, dan pengolahan limbah yang kurang maksimal. Padahal arah dan ukuran keberhasilan pengembangan sangat ditentukan oleh kesinergian antar pihak pelaku pengembangan, hal ini sejalan dengan pendapat Penabulu Foundation Civil Society Resource Organization dalam bahasan isu strategis ?Kemitraan Pemerintah?Swasta?Komunitas?. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan observasi, study literature dan wawancara dilengkapi dengan sample questioner wisatawan yang dianalisa secara kuantitatif dan dideskripsikan hasilnya. Hasil penelitian berupa rekomendasi bagi Rumah Atsiri Indonesia terkait tahapan yang dilakukan dalam mencapai kerjasama yang dapat dilakukan, dan pemetaan sentalisasi kegiatan berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Plumbon. Kesimpulannya peran dan hubungan antara pembuat kebijakan (pemerintah), Rumah Atsiri Indonesia, dan masyarakat sangat mempengaruhi keberhasilan tujuan dan arah pengembangan yang akan dilakukan.
KARAKTERISTIK VISUAL BANGUNAN PASCA KERUSUHAN MEI 98 SEBAGAI PEMBENTUK WAJAH KOTA SURAKARTA Wicaksono, Bangkit Adhi; Astuti, Dyah Widi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.883 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10594

Abstract

Era pergantian Orde Baru menuju Era Reformasi yang terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai kerusuhan. Surakarta merupakan salah satu kota yang mengalami kerusuhan. Banyak massa yang melakukan aksi kerusuhan yang berdampak pada kerusakan bangunan di Kota Surakarta. Banyak kerugian yang terjadi. Pasca kerusuhan bangunan mulai direnovasi, namun hal ini mengakibatkan tampilan visual bangunan telah berubah. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan visual sebelum dan sesudah kerusuhan, faktor pengaruhnya, dan pengaruh perubahan terhadap wajah Kota Surakarta. Metode yang dipilih adalah metode komparasi dengan membandingkan data tahun 1998 dengan 2019. Terdapat tujuh sampel bangunan yang dianggap mewakili citra tampilan wajah Kota Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukan indikator yang berubah dari ketujuh sampel bangunan tersebut yaitu : garis, bentuk, dan irama. Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah rasa keamanan yang kurang sehingga mengakibatkan para penduduk merenovasi bangunan yang rusak. Keadaan ini mengakibatkan perubahan fasad bangunan menjadi lebih tertutup, kuat, dan aman. Hal ini mempengaruhi tampilan bangunan sehingga memicu terbentuknya wajah Kota Surakarta yang kaku dan kokoh.
ANALISIS HUBUNGAN KONFIGURASI RUANG DENGAN PENYEBARAN PENGUNJUNG PASAR KLEWER MENGGUNAKAN SPACE SYNTAX Nurhalimah, Dewi; Astuti, Dyah Widi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.845 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10833

Abstract

Pasar Klewer merupakan pasar tradisional yang terkenal sebagai pusat konveksi batik terbesar di Kota Surakarta. Pada tahun 2014 silam Pasar Klewer mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan cukup parah, oleh sebab itu Pasar Klewer kini telah mengalami revitalisasi dan renovasi. Kondisi Pasar Klewer kini, banyak pedagang yang menempati bangunan baru mengeluhkan penyebaran pengunjung selama ini belum merata karena pintu yang banyak diakses pengunjung hanya pada bagian sisi utara. Hal itu  disebabkan tidak terbiasanya pengunjung mengakses banyak pintu masuk. Dampak dari hal tersebut adalah belum semua kios mengalami pemerataan perputaran ekonomi di bangunan baru Pasar Klewer. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola gerak pengunjung ditinjau dari konfigurasi ruang, penelitian ini mencoba mengungkapkan dasar pola pergerakan pengunjung dan pengaruhnya terhadap konfigurasi ruang serta pemerataan ekonomi pada setiap kios. Space Syntax digunakan sebagai alat untuk menganalisis layout denah ruang dalam bentuk gambar. Analisis tersebut ditunjukan dengan nilai intelligibility (kejelasan ruang) pada konfigurasi ruang Pasar Klewer, dimana semakin tinggi nilai syntax maka akan semakain mudah dipahami sehingga akan mendorong terjadinya aktivitas di dalamnya. Hasil analisis dideskripsikan apa adanya, kemudian dilakukan perbandingan kesesuaian dengan kondisi ruang pasar secara langsung. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang baik dari rancangan aktivitas maupun peletakan fasilitas yang dibutuhkan oleh Pasar Klewer.
MEMAHAMI URBAN SPRAWL: ANALISA PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KOTA SALATIGA DENGAN DIGITASI ARCGIS Khasanah, Ma'rifatun; Widi Astuti, Dyah
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 7, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v7i2.41869

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Salatiga semakin meningkat, tidak hanya untuk keperluan aksesibilitas tapi juga karena semakin bertambahnya jumlah penduduk kota, baik penduduk asli maupun pendatang. Pembangunan tersebut juga dilakukan untuk memeratakan kegiatan ekonomi agar tidak tersentral di pusat kota. Contohnya adalah dibangunnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan aksesibilitas terhadap perkembangan di daerah selatan kota karena melewati tiga kecamatan. Untuk mencegah perkembangan tidak terkendali yang akan timbul maka diperlukanlah kontrol perencanaan pembangunan di kawasan pinggiran tersebut. Penelitian ini mengambil satu contoh perumahan di setiap kecamatan yang berada di perbatasan Salatiga, yaitu Kecamatan Sidorejo (P1), Kecamatan Sidomukti (P2), Kecamatan Argomulyo (P3), dan Kecamatan Tingkir (P4). Metode yang digunakan adalah digitasi menggunakan software ArcGIS, sebagai alat bantu untuk memetakan kawasan perumahan sehingga bisa terlihat titik mana yang mengalami perkembangan paling pesat yang berpotensi menyebabkan terjadinya urban sprawl. Dari hasil digitasi tersebut terlihat titik yang mengalami perkembangan paling pesat adalah P3, dengan faktor preferensi bermukim paling banyak dikarenakan perumahan memiliki harga murah. Hal ini memungkinkan terjadinya urban sprawl di masa datang dengan berkembangnya infrastruktur yang semakin baik, dekat dengan fasilitas pelayanan umum seperti sekolah, kesehatan, keamanan, hiburan dan kemudahan aksesibilitas berupa jalur angkutan umum di titik tersebut.UNDERSTANDING THE URBAN SPRAWL: ANALYSIS RESIDENTAL DEVELOPMENT IN SALATIGA CITY WITH ARCGIS Infrastructure development at Salatiga is increasing, not only for needing accessibility but also for the growing urban population, both the natives and settlers. Such development is also being used to flatten economic activities not centralized in the urban core. An example is the development of Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga that has impact in economy, social, and accessibility for growth in the southern city of the city through three subdistricts. To prevent these uncontrolled developments requires control in building planning in the suburban. The study takes one sample housing in every district located on the Salatiga suburban, and those are Sidorejo district (P1), Sidomukti district (P2), Argomulyo district (P3), and Tingkir district (P4). The method used is digitized using ArcGIS software to map the region, so it can see which point is experiencing the most rapid growth that potentially causes urban sprawl. From that digitization, the most developed node is P3, with the most preference factor of settling because housing is cheap. It allows urban sprawl in the future with better infrastructure increase, near a public service facility like school, health, security, entertainment, and easiness accessibility such as public transport routes in this node.
Permeabilitas dan Pergerakan Pejalan Kaki terhadap Physical Distancing (Studi Kasus: Jalan Malioboro) Untsa, Fasiha Putri; Astuti, Dyah Widi
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.2030

Abstract

Eksistensi ruang publik terutama jalur pedestrian saat pandemi menjadi prioritas utama dalam perencanaan kota. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak konfigurasi spasial dan pergerakan pejalan kaki pada ruang jalan terhadap efektivitas physical distancing. Penggunaan metode space syntax dalam menentukan kualitas konfigurasi spasial Jalan Malioboro melalui tingkat permeabilitas dan metode observasi melalui counting dan tracing dalam memahami pergerakan pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukan perlunya penambahan ruang yang lebih bagi pejalan kaki, karena adanya korelasi antara permeabilitas dengan peningkatan pergerakan pejalan kaki yang dapat menghambat implementasi physical distancing. Pengelolaan ruang jalan yang baik dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut
CHALLENGING POTENCY OF JAYENGAN : NEW OPPORTUNITY FOR DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE JEWELRY CREATIVE INDUSTRIAL KAMPUNG-BASED TOURISM IN SURAKARTA Winny Astuti; Qomarun Qomarun; Alpha Febela; Rufia Andisetyana Putri; Dyah Widi Astuti
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.4.2.245-256

Abstract

Local-based tourism becomes one of economic development strategies of the area based on local potency. Sustainable tourism can be defined as ‘tourism, which takes into account of its current and future economic, social and environmental impacts’, addressing the demands of visitors, the environment, the industry and local communities as the host of development. KampungJayengan Surakarta is the traditional settlement located in the downtown, which spontaneously developed by Banjar Community, that arrived in Surakarta in 1746 as jewelry traders. Right now, the existence and the identity of Kampung Jayengan as Kampung of Jewelry has been lost its attraction, constrained by development of modern public facilities and services in the city center. This study analyzed the challenge faced by Kampung Jayengan to develop its potencies as Jewelry Industrial Kampung-based Tourism becoming a part of tourist destination in Surakarta as a creative city. The research type was predictive research by using mixed methods. Several analysis have been conducted from identification of the potencies of kampung. It consisted of analysis comformity of the area to the spatial structure general plan policy; analysis of demographic; analysis of economy, analysis of availability of public infrastructure; analysis of building and environment and analysis of land use suitability.  Results of analysis shows that the area has a great challenge for Jewelry Industrial Kampung-based Tourism development, which will have multiplier effect on increasing economic development of the area as well as economic development and welfare of the local community.
Analisis Hubungan Konfigurasi Ruang dengan Penyebaran Pengunjung Pasar Klewer Menggunakan Space Syntax Dewi Nurhalimah; Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2842.286 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10833

Abstract

Pasar Klewer merupakan pasar tradisional yang terkenal sebagai pusat konveksi batik terbesar di Kota Surakarta. Pada tahun 2014 silam Pasar Klewer mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan cukup parah, oleh sebab itu Pasar Klewer kini telah mengalami revitalisasi dan renovasi. Kondisi Pasar Klewer kini, banyak pedagang yang menempati bangunan baru mengeluhkan penyebaran pengunjung selama ini belum merata karena pintu yang banyak diakses pengunjung hanya pada bagian sisi utara. Hal itu  disebabkan tidak terbiasanya pengunjung mengakses banyak pintu masuk. Dampak dari hal tersebut adalah belum semua kios mengalami pemerataan perputaran ekonomi di bangunan baru Pasar Klewer. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola gerak pengunjung ditinjau dari konfigurasi ruang, penelitian ini mencoba mengungkapkan dasar pola pergerakan pengunjung dan pengaruhnya terhadap konfigurasi ruang serta pemerataan ekonomi pada setiap kios. Space Syntax digunakan sebagai alat untuk menganalisis layout denah ruang dalam bentuk gambar. Analisis tersebut ditunjukan dengan nilai intelligibility (kejelasan ruang) pada konfigurasi ruang Pasar Klewer, dimana semakin tinggi nilai syntax maka akan semakain mudah dipahami sehingga akan mendorong terjadinya aktivitas di dalamnya. Hasil analisis dideskripsikan apa adanya, kemudian dilakukan perbandingan kesesuaian dengan kondisi ruang pasar secara langsung. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang baik dari rancangan aktivitas maupun peletakan fasilitas yang dibutuhkan oleh Pasar Klewer.
Public Private Community Partnership: Potensi Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Edukasi Studi Kasus: Rumah Atsiri Indonesia Yulia Nilam Ainun Lutfiyani; Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2289.22 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9859

Abstract

Rumah Atsiri Indonesia merupakan wisata edukasi yang berada Dukuh Watusambang, Desa Pumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berasal dari hasil restorasi Pabrik Minyak Atsiri “Citronella” Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Rumah Atsiri Indonesia menginginkan suatu pengembangan yang baik untuk mencapai visi misi dan tujuannya sebagai ikon Desa Plumbon dan berperan dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Rumah Atsiri Indonesia memiliki permasalahan berupa keterbatasan lahan, hubungan yang kurang baik dengan masyarakat sekitar, dan pengolahan limbah yang kurang maksimal. Padahal arah dan ukuran keberhasilan pengembangan sangat ditentukan oleh kesinergian antar pihak pelaku pengembangan, hal ini sejalan dengan pendapat Penabulu Foundation Civil Society Resource Organization dalam bahasan isu strategis “Kemitraan Pemerintah–Swasta–Komunitas”. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan observasi, study literature dan wawancara dilengkapi dengan sample questioner wisatawan yang dianalisa secara kuantitatif dan dideskripsikan hasilnya. Hasil penelitian berupa rekomendasi bagi Rumah Atsiri Indonesia terkait tahapan yang dilakukan dalam mencapai kerjasama yang dapat dilakukan, dan pemetaan sentalisasi kegiatan berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Plumbon. Kesimpulannya peran dan hubungan antara pembuat kebijakan (pemerintah), Rumah Atsiri Indonesia, dan masyarakat sangat mempengaruhi keberhasilan tujuan dan arah pengembangan yang akan dilakukan.