Rafsan
STIT Insan Kamil, Bogor, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTRIBUSI KEGIATAN KEAGAMAAN DI PONDOK PESANTREN DARUL ILMI BANJARBARU TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK SANTRI Rafsan; Badrus Shalih
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 2 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juli-Desembe
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i2.209

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan kajian mengenai kontribusi kegiatan keagamaan terhadap pembinaan akhlak santri di pesantren. Penelitian terdahulu umumnya hanya menyoroti satu bentuk kegiatan keagamaan atau membahas religiusitas secara umum, sehingga belum banyak yang mengkaji secara terpadu peran salat berjamaah, kultum, tadarus, pesantren kilat, dan PHBI dalam membentuk akhlak santri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelaksanaan kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru serta kontribusinya terhadap pembinaan akhlak santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan pendekatan korelasional, yang diperkuat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 30 santri, dengan informan pendukung guru PAI, wali kelas, pimpinan pesantren, dan beberapa santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berkontribusi positif terhadap pembinaan akhlak, terutama pada aspek disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial, meskipun pengaruhnya berlangsung bertahap dan tidak sama pada semua santri. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak di pesantren lebih efektif dipahami melalui teori pembiasaan dan konsep akhlak dalam pendidikan Islam. Secara analitis, penelitian ini menunjukkan bahwa kelima kegiatan keagamaan tersebut membentuk satu ekosistem pembinaan akhlak yang saling melengkapi secara kontekstual.