Muhammad Yusuf
Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Tompong Patu Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Zahrani Paradiba Yunus; Muhammad Yusuf; Jeddah Yanti; Dinil Qaiyimah; Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan penyuluhan pertanian petani pada dalam pembutan pupuk organik cair serta untuk mengetahui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap petani setelah penyuluhan di Desa Tompong Patu Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kuantitatif serta data lapangan dikumpulkan melalui pretest dan posttest kepada petani sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup efektif dengan nilai efektivitas penyuluhan sebesar 55,39%. Setelah penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan petani sebesar 21,7% yang berada pada kategori sangat mengetahui, keterampilan petani mengalami peningkatan sebanyak 26,2% yang berada pada kategori sangat terampil dan peningkatan sikap petani sebanyak 8,5% berada pada kategori sangat setuju.  
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN BENCANA LONGSOR LAHAN YANG TERJADI DI DESA BONTO KATUTE KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI Husnul; Sulaiman Zhiddiq; Muhammad Ansharulla S. Tabbu; Muhammad Yusuf; Erman Syarif
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v3i1.251

Abstract

Persepsi Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana Longsor di Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana masyarakat desa bonto katute memahami konsep ancaman bencana longsor. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yg mempengaruhi persepsi masyarakat setempat terhadap ancaman bencana longsor. (3) mengetahui strategi yang dilakukan masyaraakat Dea Bonto Katute dalam menghadapi ancaman bencana longsor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan 20 informan termasuk aparat desa, relawan bencana, dan warga sekitar yang memiliki latar belakang berbeda, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap risiko longsor. Hal ini terbentuk oleh pengalaman empiris, terutama kejadian besar pada tahun 2006 dan 2024. Pandangan masyarakat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan, informasi yang diterima, kondisi sosial-ekonomi, serta pengalaman pribadi. Strategi yang dilakukan meliputi relokasi tempat tinggal sebagai bentuk perlindungan fisik dan kegiatan gotong royong serta pemanfaatan kearifan lokal sebagai pendekatan sosial dan budaya. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap risiko longsor telah terbangun dengan baik dan tercermin dalam berbagai bentuk respons adaptif. Meskipun demikian, sistem mitigasi formal seperti peringatan dini dan edukasi kebencanaan masih perlu ditingkatkan guna memperkuat ketangguhan wilayah secara menyeluruh.
Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas X Pada Materi Atmosfer Menggunakan Three Tier Test Nirwana; Muhammad Yusuf; Uca; Maddatuang; Syamsunardi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/v1mz3862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas X pada materi atmosfer di MAN 1 Kota Makassar dengan menggunakan instrumen Three Tier Test. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 71 siswa sebagai sampel penelitian. Instrumen berupa tes diagnostik tiga tingkat digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep, miskonsepsi, dan ketidaktahuan konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat miskonsepsi siswa tergolong tinggi, khususnya pada submateri lapisan atmosfer dan klasifikasi iklim, dengan persentase masing-masing sebesar 52%. Submateri cuaca dan iklim menunjukkan tingkat pemahaman konsep tertinggi sebesar 34%, sedangkan tingkat tidak tahu konsep tertinggi sebesar 24% juga terdapat pada submateri tersebut. Faktor penyebab miskonsepsi meliputi rendahnya minat membaca siswa, serta metode pembelajaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan gaya belajar siswa. Hasil ini mengindikasikan perlunya upaya guru dalam melakukan identifikasi awal terhadap pemahaman siswa serta penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi untuk mengurangi miskonsepsi pada siswa.
Pemetaan Tingkat Kekeringan Menggunakan Metode Thornthwaite untuk Penentuan Jenis Tanaman Pertanian di Kecamatan Enrekang Santriyani; Nasiah; Muhammad Yusuf; Rais Abidin; Rosmini Maru
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/7299de73

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama pada wilayah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama pengairan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kekeringan di Kecamatan Enrekang dengan menggunakan metode Thornthwaite dengan pendekatan neraca air dan indeks kekeringan serta menentukan jenis tanaman pertanian yang sesuai berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan meliputi curah hujan, suhu, tekstur tanah, dan penggunaan lahan yang dianalisis secara spasial untuk mengetahui distribusi tingkat kekeringan di wilayah penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa indeks kekeringan di Kecamatan Enrekang cukup bervariasi, berkisar antara nol (0) sampai 126,4 %. Nilai indeks kekeringan tertinggi terdapat pada bulan November stasiun Sulengka. Sementara pada stasiun-stasiun dengan nilai indeks kekeringan sama dengan nol (0) tersebar di seluruh stasiun pada bulan-bulan tertentu yang diperkirakan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Nilai indeks kekeringan sama dengan nol (0) menunjukkan bahwa di daerah tersebut tidak mengalami kekeringan. Rekomendasi tanam tanaman pertanian lahan kering yang di budidayakan menurut indeks kekeringannya yakni padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang hijau, dan cabai rawit.