Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih tingginya tingkat kegagalan bowling yang dilakukan oleh tim kriket putra Universitas Negeri Padang pada pertandingan T10 UNJ National Cricket Championship Tahun 2025. Kegagalan bowling, seperti terjadinya wide ball, no ball, dan lemparan yang menghasilkan lebih dari satu run, memberikan keuntungan bagi tim lawan serta memengaruhi hasil akhir pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan tingkat kegagalan bowling yang dilakukan oleh tim kriket putra Universitas Negeri Padang dalam pertandingan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei menggunakan teknik observasi. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh atlet tim kriket putra Universitas Negeri Padang yang mengikuti pertandingan T10 pada UNJ National Cricket Championship Tahun 2025, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator keberhasilan dan kegagalan bowling serta didukung oleh data statistik pertandingan dari aplikasi statistik Persatuan Cricket Indonesia (PCI). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan 48 pelaksanaan bowling yang dianalisis, terdapat 22 bowling berhasil dengan persentase sebesar 45,83% dan 26 bowling gagal dengan persentase sebesar 54,16%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kegagalan bowling lebih tinggi dibandingkan tingkat keberhasilannya. Kegagalan bowling didominasi oleh kesalahan berupa wide ball, no ball, serta lemparan yang menghasilkan lebih dari satu run, sehingga memberikan keuntungan bagi tim lawan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan program latihan yang berfokus pada akurasi line and length, kontrol pelepasan bola, konsistensi teknik, serta simulasi pertandingan agar efektivitas bowling atlet dapat meningkat pada kompetisi berikutnya.