Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Eco-Pop Terhadap Hasil Belajar Ekosistem Peserta Didik Kelas 5 Sekolah Dasar: The Effect of the Jigsaw Type Cooperative Learning Model Assisted by Eco-Pop Media on the Ecosystem Learning Outcomes of 5th Grade Elementary School Students Salma Nurhaliza Darmansyah; Ali Azhar Herdiansyah; Nurul Hasna Haifa; Linda Wahyuni; Wulan Sapitri; Febby Deca Lestari; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9805

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah sejak dini, namun pembelajaran ekosistem kerap masih bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga membuat peserta didik kesulitan memahami keterkaitan antar komponen ekosistem secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media Eco-Pop terhadap hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem kelas V sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan desain Pre-Eksperimen One-Group pretest-posttest dengan sampel penelitian sebanyak 26 peserta didik kelas V di salah satu sekolah dasar di Purwakarta. Tes ini terdiri dari 5 soal pretest dan posttest dengan bentuk uraian singkat yang mengukur kemampuan peserta didik memahami hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan taraf signifikansi p < 0,001, rata-rata skor pretest sebesar 47,31 dan posttest sebesar 64,23 yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan pembelajaran. Model Jigsaw mendorong aktivitas kolaboratif dan konstruksi pengetahuan, sedangkan media Eco-Pop memfasilitasi representasi visual yang konkret sehingga mempermudah pemahaman konsep abstrak. Meskipun demikian, capaian pada indikator berpikir tingkat tinggi masih rendah, ditunjukkan oleh skor rata-rata indikator C3 sebesar 74,7% yang lebih tinggi dibandingkan indikator C4 sebesar 25,3% dari keseluruhan hasil posttest. Secara keseluruhan, pembelajaran Jigsaw berbantuan media Eco-Pop efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Perspektif Mahasiswa PGSD Dalam Penggunaan Chatbot AI Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD: Perspectives of Elementary School Teacher Education Students on the Use of AI Chatbots on Critical Thinking Skills of Elementary School Teacher Education Students Salma Nurhaliza Darmansyah; Salsa Nurfazhira; Ali Azhar Herdiansyah; Najmira Nurul Azizah; Hafidziani Eka Putri; Tiara Yogiarni
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9597

Abstract

Perkembangan penggunaan Chatbot AI di kalangan mahasiswa memunculkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis, khususnya bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Chatbot AI terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan melibatkan 51 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang mengukur intensitas penggunaan Chatbot AI dan empat indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Chatbot AI berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai p < 0.001 dan koefisien regresi 0.825. Selain itu, nilai R² sebesar 0.808 menunjukkan bahwa 80,8% variasi kemampuan berpikir kritis dijelaskan oleh penggunaan Chatbot AI. Pembahasan mengindikasikan bahwa interaksi dengan AI mendorong mahasiswa menilai akurasi, relevansi, dan kualitas informasi sehingga memicu aktivitas evaluatif dan inferensial. Temuan ini juga menegaskan bahwa penggunaan AI secara reflektif dapat memperkuat proses penalaran kritis mahasiswa PGSD. Disimpulkan bahwa penggunaan Chatbot AI memiliki kontribusi kuat terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.