Perkembangan penggunaan Chatbot AI di kalangan mahasiswa memunculkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis, khususnya bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Chatbot AI terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan melibatkan 51 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang mengukur intensitas penggunaan Chatbot AI dan empat indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Chatbot AI berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai p < 0.001 dan koefisien regresi 0.825. Selain itu, nilai R² sebesar 0.808 menunjukkan bahwa 80,8% variasi kemampuan berpikir kritis dijelaskan oleh penggunaan Chatbot AI. Pembahasan mengindikasikan bahwa interaksi dengan AI mendorong mahasiswa menilai akurasi, relevansi, dan kualitas informasi sehingga memicu aktivitas evaluatif dan inferensial. Temuan ini juga menegaskan bahwa penggunaan AI secara reflektif dapat memperkuat proses penalaran kritis mahasiswa PGSD. Disimpulkan bahwa penggunaan Chatbot AI memiliki kontribusi kuat terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Copyrights © 2025