Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Puskesmas Desa Lalang Kota Medan : Analysis of the Implementation of Minimum Service Standards (SPM) for Non-Communicable Diseases (NCDs) at the Lalang Village Health Center, Medan City Rizka Sahilla; Dewi Agustina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10061

Abstract

Menurut Permenkes Nomor 6 Tahun 2024 Standar Pelayanan Minimal Penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, pemerintah kabupaten/kota wajib memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar pada seluruh penderita Diabetes Melitus sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerja dalam kurun waktu 1 tahun. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana pelaksanaan Standar Pelayan Minimal (SPM) Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Desa Lalang. Jenis Penelitian Kualitatif dengan informan penelitian sebanyak 6 orang. Teknik penentuan informan purposif sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara, telaah dokumen, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian SPM DM di wilayah Puskesmas Desa Lalang sudah mengacu kepada Permekes RI Nomor 6 Tahun 2024, namun masih ada beberapa indikator yang belum terpenuhi seperti, tidak tersedianya brosur di lingkungan kerja Puskesmas Desa Lalang, masih ada tenaga kerja kesehatan yang memiliki beban kerja ganda, dan kurangnya pemantauan rutin pemeriksaan terhadap pasien. Pelayanan kesehatan SPM DM perlu diperbaiki dari segi ketersediaan barang dan tenaga kesehatan. Diharapkan dilakukannya pemeriksaan nilai kerja kepada petugas kesehatan agar tidak ada lagi yang memiliki beban kerja ganda, serta menyediakan media promosi yang sudah habis untuk dicetak kembali dan dipastikan untuk mengedukasikannya kepada penderita DM ini dilingkungan kerja Puskesmas Desa Lalang
Hubungan Antara Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Kejadian Kematian Bayi Di Kota Medan: The Relationship Between the Incidence of Low Birth Weight (LBW) Babies and the Incidence of Infant Mortality in Medan City Widya Gusmiarni; Dewi Agustina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10736

Abstract

Latar belakang: Berat Badan Lahir Rendazh (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko kematian bayi. Kematian bayi menjadi indikator penting kesehatan masyarakat karena mencerminkan tingkat kesejahteraan dan pelayanan kesehatan suatu wilayah. Angka Kematian Bayi dan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah merupakan indikator penting yang membantu menggambarkan derajat dari kesehatan masyarakat, khususnya pada kesehatan ibu dan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian BBLR dan kematian bayi serta menganalisis hubungan di antara keduanya di wilayah Kota Medan. Metode: penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain kohort retrospektif. Data sekunder diperoleh dari laporan rutin Dinas Kesehatan Kota Medan tahun 2023 yang tersedia. Variabel yang diteliti meliputi jumlah kejadian BBLR, kejadian kematian bayi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan distribusi kasus dan analisis kohort retrospektif untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan kematian bayi di Kota Medan. Berdasarkan analisis Chi-Square yang dilakukan menunjukkan hasil p-value dibawah 0.00 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya asosiasi statistik yang kuat antara kedua variabel. Temuan ini mengonfirmasi bahwa bayi berat lahir rendah (BBLR) berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan risiko kematian bayi dalam konteks epidemiologi lokal.
Perencanaan Dan Evaluasi Program Kesehatan Ibu Dan Anak Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu: Tinjauan Literatur: Planning and Evaluation of Maternal and Child Health Programs in Reducing Maternal Mortality Rates: A Literature Review Aulia Purnama Rangkuti; Jihan Auliya; Dewi Agustina; Alvina Fauziah; Arindi Safina Azhara; Miftah Chairia Zannah; Shindika Andraini; Ad Ledy Oftapiani Harahap; Yenni Depita Sari; Zuhra Nazwa Lubis; Julian Aulia; Atika Arizky
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10865

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan dan evaluasi program kesehatan ibu dan anak dalam menurunkan AKI melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan mengumpulkan artikel ilmiah dari sumber nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Data diperoleh melalui database jurnal elektronik dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara mengelompokkan, membandingkan, dan mensintesis hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program kesehatan ibu dan anak telah mencakup berbagai intervensi penting, seperti pelayanan antenatal, persalinan oleh tenaga kesehatan, pelayanan nifas, serta penguatan sistem rujukan. Namun, implementasi program masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kualitas pelayanan yang belum merata, serta sistem monitoring dan evaluasi yang belum optimal. Evaluasi program menunjukkan bahwa sebagian besar masih berfokus pada capaian output dan belum menyentuh aspek proses dan outcome secara menyeluruh. Kesimpulannya, keberhasilan penurunan AKI sangat bergantung pada perencanaan berbasis data, pelaksanaan program yang efektif, serta evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi program untuk mencapai target penurunan AKI secara optimal.