Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Brem Lombok: Karakterisasi Fermentasi dan Perubahan Mutu Minuman Fermentasi Beras Tradisional Suku Sasak: Brem Lombok: Fermentation Characteristics and Quality Changes of a Traditional Sasak Fermented Glutinous Rice Beverage Fuad Sauqi Isnain; Wiwin Apriyanditra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10551

Abstract

Brem Lombok merupakan minuman fermentasi beras ketan (Oryza sativa var. glutinosa) tradisional suku Sasak yang diproduksi tanpa proses distilasi dan terbentuk melalui aktivitas mikroba selama fermentasi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk mengkaji komposisi mikrobiota, aktivitas enzimatis, profil metabolit, serta aspek keamanan pangan Brem Lombok. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses fermentasi melibatkan kapang amilolitik (Aspergillus dan Rhizopus), bakteri (Bacillus spp. dan bakteri asam laktat), serta khamir (Saccharomyces cerevisiae dan khamir non-Saccharomyces). Mikroba tersebut menghidrolisis pati melalui enzim ?-amilase dan glukoamilase menjadi glukosa, yang kemudian difermentasi menjadi etanol, asam organik, dan senyawa volatil yang berperan dalam pembentukan aroma dan cita rasa khas. Kestabilan dan keamanan mikrobiologis produk dipengaruhi oleh penurunan pH dan pembentukan etanol selama fermentasi. Selain itu, fermentasi berpotensi meningkatkan ketersediaan senyawa bioaktif, terutama yang berkaitan dengan perubahan senyawa fenolik. Namun, potensi risiko keamanan pangan tetap perlu diperhatikan, khususnya terkait kemungkinan terbentuknya amina biogenik dan etil karbamat, sehingga diperlukan pengendalian higiene proses dan penggunaan kultur starter yang terkontrol. Kajian ini juga menunjukkan masih terbatasnya data mengenai profil metabolit dinamis serta hubungan antara komposisi kimia dan karakter sensori Brem Lombok. Oleh karena itu, pengembangan ke depan dapat diarahkan pada penerapan Indikasi Geografis (IG), pemanfaatan hasil samping sebagai produk bernilai tambah, serta pengembangan kultur starter lokal terstandar untuk meningkatkan konsistensi mutu, keamanan pangan, dan perlindungan keaslian Brem Lombok sebagai produk fermentasi tradisional.
Nexus Mikrobioma–Metabolit–Sensoris pada Fermentasi Terasi: Tinjauan Kritis: Microbiome–Metabolite–Sensory Nexus in Shrimp Paste Fermentation: A Critical Review Fuad Sauqi Isnain; Lalu Danu Prima Arzani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.9557

Abstract

Terasi merupakan produk fermentasi bergaram tinggi yang mutunya ditentukan oleh keterkaitan antara jenis mikroba, pembentukan metabolit, dan karakteristik sensoris. Tinjauan kritis ini merangkum temuan terbaru mengenai peran mikroba halotoleran seperti Tetragenococcus, Bacillus, dan Staphylococcus dalam proses proteolisis dan lipolisis yang menghasilkan asam amino, peptida, asam lemak, dan senyawa volatil penentu umami, aroma, dan warna. Selain membentuk cita rasa, sebagian mikroba dapat menghasilkan amina biogenik, terutama histamin, yang menimbulkan risiko keamanan. Pendekatan metagenomik dan metabolomik mengungkap profil mikroba dan kimia yang berguna untuk pengembangan starter dan pengendalian fermentasi terasi.