Infrastruktur jaringan di instansi pemerintahan membutuhkan pengawasan terus-menerus untuk menjamin kualitas pelayanan publik. Praktik Kerja Nyata (PKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan Network Monitoring System (NMS) berbasis Zabbix pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar serta melakukan evaluasi kinerja dengan membandingkannya terhadap Grafana. Metode pelaksanaan mencakup konfigurasi Simple Network Management Protocol (SNMPv2c) pada router MikroTik BLC, integrasi host, desain dashboard visual, dan manajemen proteksi firewall server. Hasil implementasi membuktikan bahwa Zabbix berhasil memvisualisasikan performa jaringan secara real-time melalui komponen grafik trafik, utilitas sistem, dan pemetaan geografis serta mengawasi kesehatan peladen (server) internal melalui pemantauan utilitas perangkat keras secara mandiri. Insiden kegagalan penarikan data (timeout) berhasil ditangani dengan menonaktifkan fitur SNMP bulk request, sedangkan kendala aksesibilitas diselesaikan melalui modifikasi whitelist pada UFW firewall. Berdasarkan evaluasi komparatif fungsional, Zabbix memiliki keunggulan strategis pada kemandirian arsitektur (all-in-one platform) dan kecerdasan peringatan dini bawaan, sedangkan Grafana memiliki keunggulan estetika visual namun menuntut infrastruktur basis data eksternal yang lebih kompleks. Disimpulkan bahwa platform Zabbix sangat efektif dan efisien untuk memenuhi spesifikasi pemantauan jaringan terpusat pada instansi. Kata Kunci: Grafana, MikroTik, Network Monitoring System, SNMP, Zabbix.