Hubungan antara Stereotip Daya Tarik Fisik dan Kesepian dengan Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret The Relationship between Physical Attractiveness Stereotype and Loneliness with Consumtive Behavior toward Cosmetics Products on Female Students at Faculty of Social and Politic Sebelas Maret University Nisa Rengganis, Munawir Yusuf, Hardjono Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Perkembangan trend kecantikan menyebabkan individu berusaha untuk senantiasa berpenampilan menarik. Trend kecantikan mendorong perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi menyebabkan mahasiswi melakukan pembelian produk kosmetik secara berlebihan di luar kebutuhan. Perilaku konsumtif dapat dipengaruhi oleh berbagai variabel di antaranya adalah tuntutan stereotip daya tarik fisik dan perasaan kesepian yang dirasakan mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stereotip daya tarik fisik dan kesepian dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Sebelas Maret. Subjek penelitian diambil dengan cluster sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala perilaku konsumtif, skala stereotip daya tarik fisik, dan skala kesepian. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung 2,749 < Ftabel 3,092 ; p = 0,089 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antara stereotip daya tarik fisik dan kesepian dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,05 atau 5%, artinya stereotip daya tarik fisik dan kesepian secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 5% terhadap perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Secara parsial, terdapat hubungan positif dan siginifikan antara stereotip daya tarik fisik dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik (rx1y = 0,220 ; p = 0,031 < 0,05), serta tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara kesepian dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik (rx2y = - 0,083 ; p = 0,420 > 0,05). Kata kunci: perilaku konsumtif, stereotip daya tarik fisik, kesepian, mahasiswi