Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Dengan Penyembuhan Luka Gangren Pada Penderita Diabetes Melitus Di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi Ainul Yakin Zamroni; Nur Hamim; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2047

Abstract

Salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien DM adalah luka gangren, yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan (nekrosis) akibat kurangnya suplai darah yang adekuat ke area tertentu, terutama di ekstremitas bawah. Kurangnya pemahaman, keterbatasan akses terhadap makanan sehat, dan kebiasaan makan yang sudah tertanam menjadi tantangan dalam pengelolaan luka DM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien DM yang mengalami luka gangren dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner untuk kepatuhan dan lembar observasi untuk penyembuhan luka. Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki kepatuhan diet sangat patuh sebanyak 17 responden (56,7%), dan penyembuhan luka gangren mayoritas hampir sembuh sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil uji analisis rank spearman, ada hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi, didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Keluarga dan pasien diharapkan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan, baik terkait pola makan, kontrol gula darah, maupun perawatan luka.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Komplikasi Pada Ibu Post Partum Di RSU Bhakti Husada Banyuwangi Nur Hidayati; Firdawsyi Nuzula; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2061

Abstract

Komplikasi post partum merupakan salah satu penyebab utama angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Berdasarkan data Dinkes Banyuwangi, terdapat 28 kasus kematian ibu pada tahun 2023. Komplikasi pada masa nifas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keteraturan kunjungan ANC, paritas, jarak kehamilan, dan kehamilan risiko tinggi. Identifikasi faktor-faktor tersebut menjadi penting untuk mencegah kejadian komplikasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi pada bulan Juni 2025 sebanyak 71 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik multinomial. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kunjungan ANC (p = 0,024), jarak kehamilan (p = 0,007), dan kehamilan risiko tinggi (p = 0,000) dengan komplikasi post partum. Namun, paritas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p = 0,229). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor kehamilan risiko tinggi merupakan variabel dominan yang paling mempengaruhi komplikasi post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi OR : 0,000. Penting bagi tenaga kesehatan dan keluarga untuk melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko selama kehamilan dan masa nifas, serta meningkatkan kualitas kunjungan ANC sebagai upaya preventif terhadap komplikasi post partum.