Alamsyah Alamsyah
State University of Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Competency-Based to Merdeka Curriculum: A Comparative Study Based on Richards' Curriculum Development Theory Muftihaturrahmah Burhamzah; La Sunra; Syarifuddin Dollah; Alamsyah Alamsyah; Sabrina Rocholl
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7297

Abstract

This study presents a comparative analysis of Indonesia's Competency-Based Curriculum (CBC) and the newly implemented Merdeka Curriculum, utilizing Richards' curriculum development theory as a theoretical framework. Through document analysis, teacher interviews, and classroom observations across multiple Indonesian schools, this research examines both curricula across six key dimensions: goals, content, pedagogy, assessment, flexibility, and teacher autonomy. Findings reveal that while CBC emphasizes standardized competencies and measurable outcomes, the Merdeka Curriculum offers greater flexibility, student-centered approaches, and enhanced teacher autonomy. The transition reflects Indonesia's educational reform agenda to address 21st-century learning needs while respecting local contexts. Richards' framework proves particularly valuable in identifying systematic strengths and weaknesses in both approaches. The Merdeka Curriculum demonstrates significant potential for fostering creativity and critical thinking but faces implementation challenges related to resource distribution and teacher readiness. This study offers insights for policymakers, curriculum developers, and educational practitioners navigating curriculum reforms in similar contexts.
Intercultural Communication: Tantangan dan Strategi dalam Era Globalisasi Muftihaturrahmah Burhamzah; La Sunra; Syarifuddin Dollah; Alamsyah Alamsyah; Alissa Geisler
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi komunikasi antarbudaya pada mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia dalam era globalisasi. Penelitian ini dilandasi oleh meningkatnya intensitas interaksi lintas budaya di lingkungan pendidikan tinggi, yang menuntut mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi antarbudaya yang adaptif dan reflektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 20 partisipan dari berbagai program studi yang memiliki pengalaman komunikasi antarbudaya melalui kegiatan pertukaran mahasiswa, kolaborasi internasional, maupun aktivitas akademik lintas budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta analisis dokumen reflektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) hambatan bahasa yang meliputi keterbatasan kosakata, perbedaan aksen, serta kesulitan dalam memahami makna pragmatik; (2) adaptasi budaya yang mencakup tahapan stres, penyesuaian, dan perkembangan identitas multikultural; serta (3) strategi komunikasi yang meliputi upaya klarifikasi, penyesuaian nonverbal, dan empati budaya guna menjaga efektivitas interaksi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi antarbudaya tidak hanya bergantung pada kemampuan linguistik, tetapi juga pada kesadaran budaya, refleksi diri, dan kemampuan adaptasi sosial. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplikasikan pentingnya integrasi kompetensi antarbudaya ke dalam kurikulum pendidikan tinggi melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kolaborasi internasional, dan refleksi antarbudaya. Dengan demikian, mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran global, empati antarbudaya, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan multikultural yang beragam.