Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cyberbullying dalam Fenomena Bocil Nulis Wattpad: Analisis Komentar Negatif terhadap Cuitan Akun X @tanyarlfess Regita Maharani Wibisono; Lily Tjahjandari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7682

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi generasi muda untuk berekspresi dan berkarya, salah satunya melalui platform menulis daring, seperti Wattpad. Fenomena menarik muncul ketika remaja, yang dikenal sebagai bocil nulis Wattpad, mulai aktif menulis dan mempublikasikan karya fiksi mereka secara terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena bocil nulis Wattpad sebagai bagian dari kebudayaan dan proses belajar bagi remaja. Dengan menggunakan pendekatan cultural studies melalui metode etnografi digital, penelitian ini melakukan wawancara dengan author dan pembaca Wattpad serta mengemukakan fakta-fakta melalui studi pustaka. Selain itu, teori Representasi (Stuart Hall), Participatory Culture (Henry Jenkins), serta Teori Psikologi Perkembangan (Hurlock) menjadi landasan teoritis penelitian. Hasil penelitian ini: (1) menunjukkan bahwa terdapat cyberbullying dalam fenomena bocil nulis wattpad, (2) memberikan pemahaman tentang faktor psikologis dan sosial yang membentuk minat remaja awal, dan (3) menyoroti bahwa fenomena bocil nulis Wattpad merupakan bentuk eksplorasi dan proses belajar author bocil yang patut diapresiasi.
The Public Space Management Strategy at the Bali Arts Centre during the Annual Bali Arts Festival I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani; Lily Tjahjandari; Turita Indah Setyani
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 14 No. 2 (2024): Reclaiming Cultural Heritage
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2024.v14.i02.p11

Abstract

The Bali Arts Festival, locally known as Pesta Kesenian Bali (PKB), is an annual colossal festival of performing arts intended to preserve and explore cultural arts, as can be observed from the variety of programs performed, the number of artists involved and the number of viewers. This study analyzes how the public space at the Bali Arts Centre is managed not only to perform a professional and high-quality festival but also to make artists, entrepreneurs and viewers feel comfortable in enjoying it. The data were obtained through interviews, library research, and observation of the 2023 PKB and analyzed using the theory of public space proposed by Gottdiener and Lefebvre. The study concludes that the government has realized that improving the public space and the Arts Centre supporting facilities proves that public space management is as important as the arts curatorial process to present the quality of the PKB and public viewing experiences.