Farida Ratnasari
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tindak Tutur pada Interaksi Guru-Siswa dalam Pembelajaran di TK A Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan Sidoarjo Farida Ratnasari; Bambang Yulianto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ec3ntc14

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, wujud, dan fungsi tindak tutur dalam interaksi guru-siswa pada pembelajaran di Kelas A Ibrahim TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan Sidoarjo, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini berbasis nilai keislaman. Kajian ini penting dilakukan mengingat tuturan guru di ruang kelas PAUD bukan sekadar sarana penyampai informasi, melainkan tindakan pedagogis yang membentuk pemahaman dan perilaku anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan lisan guru dan siswa yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran alamiah berlangsung. Analisis data mengikuti tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan perpanjangan pengamatan. Temuan paling signifikan dari penelitian ini adalah dominasi tindak tutur berfungsi direktif, yang muncul jauh lebih sering dibandingkan keempat fungsi lainnya dan hampir hadir di setiap peristiwa tutur pembelajaran yang teramati, baik dalam bentuk perintah langsung, ajakan kolaboratif, maupun direktif bersyarat yang disertai konsekuensi. Dominasi ini menegaskan bahwa pengelolaan perilaku anak usia dini masih sangat bergantung pada arahan verbal eksplisit dari guru. Selain direktif, ditemukan pula fungsi asertif dan ekspresif yang aktif dari kedua belah pihak, fungsi komisif yang jarang namun bermakna kontraktual, serta fungsi deklaratif yang paling langka namun berdampak mengubah status sosial dalam kelas. Dari segi bentuk, tuturan menunjukkan keterjalinan erat antara lokusi, ilokusi, dan perlokusi; dari segi wujud, tuturan tidak langsung banyak digunakan untuk memperhalus perintah. Temuan ini memperlihatkan bahwa tindak tutur di kelas PAUD merupakan fenomena berlapis yang menuntut kepekaan pedagogis guru dalam memilih strategi bertutur yang tepat.