Konsumsi energi listrik pada gedung akademik perguruan tinggi terus meningkat akibat penggunaan sistem pendingin ruangan, pencahayaan, komputer, dan berbagai perangkat elektronik pendukung pembelajaran. Tingginya konsumsi energi tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga menjadi tantangan dalam penerapan konsep green campus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi sistem monitoring energi listrik dan strategi konservasi energi pada gedung akademik Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, pengumpulan data konsumsi energi, monitoring penggunaan energi listrik, evaluasi sistem pendingin dan pencahayaan, serta analisis perilaku pengguna energi. Data energi divisualisasikan dan dianalisis menggunakan indikator Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendingin ruangan merupakan penyumbang konsumsi energi terbesar sebesar 48%, diikuti sistem pencahayaan sebesar 27% dan perangkat elektronik sebesar 18%. Implementasi monitoring energi dan strategi konservasi berupa optimalisasi penggunaan AC, penggantian lampu LED, pengendalian operasional peralatan listrik, serta pengurangan beban standby mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 27,11%. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring energi berbasis pengelolaan data dapat mendukung pengambilan keputusan konservasi energi dan implementasi green campus secara berkelanjutan. Kata kunci: monitoring energi, sistem informasi energi, konservasi energi, green campus, gedung akademik.