Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBANDINGAN UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI SATU FASA DAN MOTOR DC TANPA SIKAT SEBAGAI PENGGERAK KIPAS ANGIN Ditza Pasca Irwangsa; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era industri modern saat ini, kebutuhan terhadap alat rumah tangga yang tepat guna sangat diperlukan untuk dapat menunjang kebutuhan hidup baik kebutuhan primer maupun sekunder. Sebagian besar alat rumah tangga menggunakan tenaga listrik. Sehingga diperlukan adanya sebuah ide untuk peningkatan efisiensi daya dari peralatan rumah tangga guna menekan pemborosan energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi daya dari motor penggerak   kipas angin. Metode merancang dan merangkai motor induksi satu fasa dan juga motor dc tanpa sikat menyerupai seperti rangkaian kipas angin dengan tambahan rangkaian pengatur tegangan AC dan juga DC. Pengambilan data primer daya masukan pada motor induksi satu fasa dan juga motor dc tanpa sikat, putaran baling – baling kipas dari setiap daya keluaran. Kemudian hasil pengkuran dari data primer akan digunakan untuk menghitungnilai efisiensi dari setiap motor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Motor dc tanpa sikat dapat menghasilkan putaran sebesar 4989 RPM dibandingkan dengan motor induksi satu fasa yang hanya menghasilkan putaran sebesar 1670 RPM pada teganan masukan maksimal dari masing-masing motor listrik. Motor dc tanpa sikat memiliki kenaikan nilai torsi yang linier dibandingkan dengan motor induksi satu fasa yang kenaikan nilai torsinya bersifat fluktuatif pada setiap tegangan masukan yang diatur. Hasil dari perhitungan efisiensi daya dari masing-masing motor menunjukan bahwa motor dc tanpa sikat adalah motor yang paling efisien digunakan sebagai penggerak kipas angin dengan nilai efisiensi rata-rata yaitu 94,22% dibandingkan dengan motor induksi satu fasa yang hanya memiliki efisiensi rata-rata yaitu 86,74%. Kata Kunci: daya, efesiensi, motor induksi, motor dc tanpa sikat, kipas angin. ABSTRACT In the current era of modern industry, the needs for proper household appliance is indispensable to be able to support the needs of both primary and secondary needs. Most household appliances use electric power. So, it is necessary to have an idea to increase the quality and number of productions of household appliances with economical production cost and also the price of sale is affordable. The purpose of this research is to know the power efficiency of the fan drive motor. The method of designing and arranging single-phase induction motors as well as DC motors with no brushes resembles that of a fan circuit with additional AC and DC voltage regulator sets. Primary data retrieval of input power on single phase induction motors and also DC brushless motor, round propeller – fan propeller from each output power. Then the result of the ignition from the primary data will be used to calculate the efficiency of each motor. The results of the study showed that the brushless DC Motor could generate a rotation of 4989 RPM compared to a single-phase induction motor that only resulted in a round of 1670 RPM on the maximum input power of each electric motor. The DC brushless motor has a linear torque increase compared to a single-phase induction motor that increases the value of its values is volatile at each set input voltage. The result of the calculation of power efficiency of each motor indicates that the DC motor without a brush is the most efficient motor used as a fan drive with an average efficiency value of 97,89% compared with the induction motor One Phase that only has an average efficiency of 96,28%. Keyword: power, efficiency, induction, motor, brushless dc, fan
ROTASI DAN PENYIAPAN LAHAN PENGGEMBALAAN TERNAK SAPI DI KELOMPOK SINAR TIMUR MAKMUR JAYA KECAMATAN KINTAP, KABUPATEN TANAH LAUT Tintin Rostini; Arya Dwi Saputra; Restu Narendra; Ditza Pasca Irwangsa; Danang Biyatmoko
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14556

Abstract

Ketersediaan lahan-lahan hijauan pakan sudah bergeser menjadi perkebunan kelapa sawit, banyak masyarakat yang tergolong usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat ketersedian pakan yang kurang sehingga  harga menjadi melonjak. Sehingga perlu dilakukan model pengembalaan yang efektif dan efesien  untuk meningkatkan pertumbuhan ternak sapi di perkebunan kelapa sawit.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini  adalah : untuk meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pengembalaan ternak  yang terintegrasi dengan kelapa sawit, meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak sapi potong. Metode  pengabdian kepada kemasayarakat ini yaitu metode penyuluhan dan pendampinagan teknik model pengembalaan ternak di kawasan perkebunan kelapa sawit. Parameter yang dikaji adalah kemampuan peternak melakukan rotasi pengembalaan. Sistim pengembalaan secara rotasi dapat memberikan keuntungan baik bagi petani maupun perusahaan kelapa sawit, dimana lahan yang dijadikan pengembalaan ternak tidak padat di mana ternak hanya dipelihara beberapa hari saja selain itu ternak mendapatkan hijauan yang berkualitas.  Disimpulkan bahwa sistim pengembalaan secara rotasi dapat meningkatkan produktivitas ternak dan dapat meningkat kan pertumbuhan kelapa sawit.
PELATIHAN TEKNIS PENGGUNAAN SUPPLEMEN PAKAN (FEED SUPLEMENT) DAN IMBUHAN PAKAN (FEED ADDITIVE) DALAM PAKAN DI KELOMPOK TERNAK SUMBER JAYA CEMPAKA Rostini, Tintin; Zakir, Muhammad Irwan; Irwangsa, Ditza Pasca; Biyatmoko, Danang
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17396

Abstract

Salah satu faktor penting dalam meningkatkan performa dan produktivitas ternak adalah ketersediaan pakan berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara efisien. Selain itu, penggunaan feed supplement dan feed additive telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki performa pertumbuhan, serta menjaga kesehatan ternak. Tujuan PKM ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pemeliharaan ternak dengan menggunakan imbuhan pakan, baik feed additive maupun feed supplemen dan meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak kambing potong. Metode Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan dengan metode  Presentasi: Materi disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidang nutrisi ternak. Diskusi : Peserta berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Praktek Lapangan : Peserta melakukan praktik langsung dalam pemilihan dan penambahan suplemen serta imbuhan pakan ke dalam pakan ternak sedangkan kegiatan awal dilakukan FGD dengan Kelompok. Hasil kegiatan PKm menunjukkan bahwa peternak memahami manfaat imbuhan pakan, seperti enzim, probiotik, dan antioksidan, yang dapat meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan usus, dan meningkatkan kekebalan ternak dan mampu membuat ransum pakan yang seimbang. Disimpulkan bahwa  penggunaan imbuhan pakan  dalam pakan ternak harus terus dipahami oleh peternak Key word : enzim, feed supplement, feed additive.probiotik
ROTASI DAN PENYIAPAN LAHAN PENGGEMBALAAN TERNAK SAPI DI KELOMPOK SINAR TIMUR MAKMUR JAYA KECAMATAN KINTAP, KABUPATEN TANAH LAUT Tintin Rostini; Arya Dwi Saputra; Restu Narendra; Ditza Pasca Irwangsa; Danang Biyatmoko
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14556

Abstract

Ketersediaan lahan-lahan hijauan pakan sudah bergeser menjadi perkebunan kelapa sawit, banyak masyarakat yang tergolong usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat ketersedian pakan yang kurang sehingga  harga menjadi melonjak. Sehingga perlu dilakukan model pengembalaan yang efektif dan efesien  untuk meningkatkan pertumbuhan ternak sapi di perkebunan kelapa sawit.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini  adalah : untuk meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pengembalaan ternak  yang terintegrasi dengan kelapa sawit, meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak sapi potong. Metode  pengabdian kepada kemasayarakat ini yaitu metode penyuluhan dan pendampinagan teknik model pengembalaan ternak di kawasan perkebunan kelapa sawit. Parameter yang dikaji adalah kemampuan peternak melakukan rotasi pengembalaan. Sistim pengembalaan secara rotasi dapat memberikan keuntungan baik bagi petani maupun perusahaan kelapa sawit, dimana lahan yang dijadikan pengembalaan ternak tidak padat di mana ternak hanya dipelihara beberapa hari saja selain itu ternak mendapatkan hijauan yang berkualitas.  Disimpulkan bahwa sistim pengembalaan secara rotasi dapat meningkatkan produktivitas ternak dan dapat meningkat kan pertumbuhan kelapa sawit.
PELATIHAN TEKNIS PENGGUNAAN SUPPLEMEN PAKAN (FEED SUPLEMENT) DAN IMBUHAN PAKAN (FEED ADDITIVE) DALAM PAKAN DI KELOMPOK TERNAK SUMBER JAYA CEMPAKA Tintin Rostini; Muhammad Irwan Zakir; Ditza Pasca Irwangsa; Danang Biyatmoko
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17396

Abstract

Salah satu faktor penting dalam meningkatkan performa dan produktivitas ternak adalah ketersediaan pakan berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara efisien. Selain itu, penggunaan feed supplement dan feed additive telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki performa pertumbuhan, serta menjaga kesehatan ternak. Tujuan PKM ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pemeliharaan ternak dengan menggunakan imbuhan pakan, baik feed additive maupun feed supplemen dan meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak kambing potong. Metode Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan dengan metode  Presentasi: Materi disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidang nutrisi ternak. Diskusi : Peserta berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Praktek Lapangan : Peserta melakukan praktik langsung dalam pemilihan dan penambahan suplemen serta imbuhan pakan ke dalam pakan ternak sedangkan kegiatan awal dilakukan FGD dengan Kelompok. Hasil kegiatan PKm menunjukkan bahwa peternak memahami manfaat imbuhan pakan, seperti enzim, probiotik, dan antioksidan, yang dapat meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan usus, dan meningkatkan kekebalan ternak dan mampu membuat ransum pakan yang seimbang. Disimpulkan bahwa  penggunaan imbuhan pakan  dalam pakan ternak harus terus dipahami oleh peternak Key word : enzim, feed supplement, feed additive.probiotik
RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN ENERGI DAN AUDIT ENERGI BERBASIS ISO:50001 DI KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN Ditza Pasca Irwangsa; Jaka Windarta; Susatyo Handoko
Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika Vol 8 No 2 (2023): SJME Kinematika Desember 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/sjmekinematika.v8i2.265

Abstract

The use of electricity without following standards, safety, and regulations can lead to inefficiency and ongoing crises. This study aims to analyze efficiency, design strategies, and implement an Energy Management System (EMS) based on ISO 50001 at the Islamic University of Kalimantan. The methods involve literature review, observation, surveys, and primary and secondary data collection. An energy audit in three buildings on the UNISKA campus revealed an energy consumption intensity (IKE) of 16.16 kWh/m2/month, which is inefficient according to the 2012 DEPDIKNAS standards. The Gap-Analyst method was used to calculate the difference between actual and desired IKE, resulting in a difference value of 4.52 kWh/m2. With IKE savings of 11.64 kWh/m2/month, the total saved cost amounts to Rp. 81,839,250, achieving a 27.93% reduction. UNISKA management is expected to implement recommendations and the ISO 50001-based Energy Management System for energy efficiency.
IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING ENERGI LISTRIK GEDUNG AKADEMIK DALAM MENDUKUNG GREEN CAMPUS Ditza Pasca Irwangsa; Ahmad Zaki; Muhammad Daffa Abiyyu Rahman
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17 No 3 (2026): Technologia (Juli)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jit.v17i3.23755

Abstract

Konsumsi energi listrik pada gedung akademik perguruan tinggi terus meningkat akibat penggunaan sistem pendingin ruangan, pencahayaan, komputer, dan berbagai perangkat elektronik pendukung pembelajaran. Tingginya konsumsi energi tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga menjadi tantangan dalam penerapan konsep green campus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi sistem monitoring energi listrik dan strategi konservasi energi pada gedung akademik Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, pengumpulan data konsumsi energi, monitoring penggunaan energi listrik, evaluasi sistem pendingin dan pencahayaan, serta analisis perilaku pengguna energi. Data energi divisualisasikan dan dianalisis menggunakan indikator Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendingin ruangan merupakan penyumbang konsumsi energi terbesar sebesar 48%, diikuti sistem pencahayaan sebesar 27% dan perangkat elektronik sebesar 18%. Implementasi monitoring energi dan strategi konservasi berupa optimalisasi penggunaan AC, penggantian lampu LED, pengendalian operasional peralatan listrik, serta pengurangan beban standby mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 27,11%. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring energi berbasis pengelolaan data dapat mendukung pengambilan keputusan konservasi energi dan implementasi green campus secara berkelanjutan. Kata kunci: monitoring energi, sistem informasi energi, konservasi energi, green campus, gedung akademik.