Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS V DI SD INPRES LOLU Niluh Trysia Amelia; Wayan Sudarsana; Ni Made Mega Hariani
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.845

Abstract

Pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh besar terhadap pemahaman konsep IPAS siswa, yang menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V di SD Inpres Lolu serta respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V di SD Inpres Lolu. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dirancang agar siswa menemukan sendiri pemecahan masalah melalui tindakan nyata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan menggunakan jenis penelitian one-group-pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, pre-test, treatmen, post-test angket, dokumentasi dan validasi. Teori kognitivisme dan behavioristik diterapkan untuk menganalisis masalah yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berada pada kategori yang sangat baik (89,6%) dan terdapat pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep IPAS (nilai Sig. 0,05 uji hipotesis paired sample t-test 2,048). Respon peserta didik juga sangat positif, dengan 29 siswa memberi respon yang sangat baik dengan rata-rata 87,6%. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) akan meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa dan mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa, dengan jumlah 29 siswa yang memberikan respon yang sangat baik dengan rata-rata nilai 87,6%..
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI ETIKA SISWA DI SDN 15 RIO PAKAVA I Ketut Suardika; Ni Made Mega Hariani; Putu Satya Narayanti
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/40kccr17

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai etika serta faktor pendukung dan penghambatnya di SDN 15 Rio Pakava. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru meliputi: menjadi teladan (role model), mengintegrasikan nilai etika dalam pembelajaran, membiasakan serta menegakkan aturan kelas, membimbing siswa untuk menyapa dan berterima kasih, memberikan apresiasi terhadap sikap tertib dan sabar, mengingatkan penggunaan bahasa sopan, menerapkan diskusi terbuka untuk menghargai perbedaan, memberikan pendidikan nilai secara berkesinambungan, menciptakan lingkungan sekolah positif, serta menjalin pertemuan rutin dengan orang tua.Faktor pendukung mencakup konsistensi teladan guru, integrasi etika dalam pembelajaran, pembiasaan aturan, lingkungan sekolah yang inklusif, kolaborasi dengan orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Adapun faktor penghambatnya antara lain kurikulum yang padat, pengaruh media sosial, keterbatasan pengetahuan guru tentang pendidikan karakter, beban kerja guru, serta keterbatasan waktu orang tua.Secara keseluruhan, peran guru sangat strategis dalam membentuk etika siswa melalui keteladanan, pembiasaan, dan kerja sama dengan lingkungan sekolah maupun keluarga.