Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENDORONG KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS III SD KARUNA DIPA Yuni Trisnawati; I Ketut Kertayasa; Putu Satya Narayanti
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/ww4mry67

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh semua manusia yang ada di seluruh dunia, yang digunakan untuk mengembangkan potensi yang telah dimilikinya, serta mengubah tingkah laku seseorang ke arah yang lebih baik dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Peran adalah aspek yang dinamis dari status atau dari kedudukan. Jika seseorang telah melakukan hak dan kewajiban, berarti telah melakukan suatu peran. Seperti guru dan peserta didik, yang dimana guru sangat berperan penting dalam pendidikan terkhusus pada kegiatan belajar mengajar. Pada dasarnya peserta didik sangat memerlukan peranan guru dalam membantu proses perkembangan dalam diri siswa serta kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mendorong kreativitas siswa pada pembelajaran matematika di kelas III SD Karuna Dipa. Kreativitas siswa merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran matematika yang menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah dan pengembangan ide-ide baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran dalam mendorong kreativitas siswa melalui berbagai pendekatan, seperti pemberian tugas terbuka, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, serta menciptakan suasana kelas yang mendukung siswa untuk berpikir bebas dan tidak takut salah. Selain itu, guru juga mendorong siswa untuk mengemukakan ide secara mandiri, mencoba berbagai cara dalam menyelesaikan soal serta bekerja sama dalam kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang kreatif mampu meningkatkan kemampuan berpikir lancar, luwes, orisinal dan elaboratif pada siswa. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI ETIKA SISWA DI SDN 15 RIO PAKAVA I Ketut Suardika; Ni Made Mega Hariani; Putu Satya Narayanti
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/40kccr17

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai etika serta faktor pendukung dan penghambatnya di SDN 15 Rio Pakava. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru meliputi: menjadi teladan (role model), mengintegrasikan nilai etika dalam pembelajaran, membiasakan serta menegakkan aturan kelas, membimbing siswa untuk menyapa dan berterima kasih, memberikan apresiasi terhadap sikap tertib dan sabar, mengingatkan penggunaan bahasa sopan, menerapkan diskusi terbuka untuk menghargai perbedaan, memberikan pendidikan nilai secara berkesinambungan, menciptakan lingkungan sekolah positif, serta menjalin pertemuan rutin dengan orang tua.Faktor pendukung mencakup konsistensi teladan guru, integrasi etika dalam pembelajaran, pembiasaan aturan, lingkungan sekolah yang inklusif, kolaborasi dengan orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Adapun faktor penghambatnya antara lain kurikulum yang padat, pengaruh media sosial, keterbatasan pengetahuan guru tentang pendidikan karakter, beban kerja guru, serta keterbatasan waktu orang tua.Secara keseluruhan, peran guru sangat strategis dalam membentuk etika siswa melalui keteladanan, pembiasaan, dan kerja sama dengan lingkungan sekolah maupun keluarga.