Penelitian ini mengkaji efektivitas model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis pesisir dalam mengembangkan literasi sosial siswa pada pembelajaran IPS. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pesisir Salido, Sumatera Barat, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal sebagai konteks pembelajaran berbasis tempat (place-based learning) yang autentik. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group, penelitian ini melibatkan 31 siswa dengan instrumen pretest–posttest yang dianalisis melalui teknik statistik parametrik, termasuk paired sample t-test dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan secara statistik, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dan perolehan N-Gain kategori sedang yang mengindikasikan kemajuan belajar yang bermakna. Lebih dari itu, integrasi konteks pesisir dalam kerangka CTL mendorong keterlibatan aktif siswa terhadap fenomena sosial yang kontekstual, sehingga berkontribusi pada pengembangan literasi sosial melalui proses pembelajaran berbasis inkuiri, interaktif, dan reflektif. Temuan ini menegaskan relevansi pedagogis integrasi pendekatan berbasis tempat dalam CTL, tidak hanya dalam meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga dalam memperkuat pemahaman sosial kontekstual siswa. Meskipun memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan cakupan penelitian, studi ini memberikan kontribusi pada penguatan diskursus pendekatan kontekstual dan place-based dalam pendidikan IPS, khususnya pada lingkungan pesisir yang masih relatif kurang dieksplorasi.