Muthiatun Nisa
Syiah Kuala University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Kebersyukuran Dengan Kecemasan Akan Kematian Pada Penderita Jantung Koroner Di Banda Aceh Muthiatun Nisa; Kartika Sari; Zaujatul Amna
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.1443

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penyumbatan pada arteri koroner yang pada umumnya dialami oleh individu usia dewasa. Kondisi kronis pada penderita seringkali menimbulkan kelelahan fisik dan juga tekanan psikologis, terutama karena munculnya kecemasan terhadap kematian yang dapat memperburuk keadaan penderitanya. Dalam situasi ini, kebersyukuran menjadi salah satu komponen yang diyakini dapat membantu menghadirkan emosi positif yang berperan dalam meredakan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersyukuran dan kecemasan akan kematian pada penderita jantung koroner di Banda Aceh. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan melibatkan 89 pasien jantung koroner berusia 45-60 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Gratitude Questionnaire-6 dan Death Anxiety Scale (DAS) adalah dua instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Hasil analisis data menunjukkan nilai korelasi (r)=0,123 dengan nilai signifikansi (p)= 0,125, hasil tersebut dapat diartikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebersyukuran dan kecemasan akan kematian pada penderita jantung koroner. Temuan yang tidak signifikan tersebut mengindikasikan bahwa rasa syukur bukan faktor utama yang menentukan tingkat kecemasan eksistensial pada pasien jantung koroner di Banda Aceh. Meski demikian, kecemasan yang tetap muncul menegaskan pentingnya menyediakan intervensi psikologis yang tepat bagi pasien dengan kondisi kronis.