Claim Missing Document
Check
Articles

LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN, SIAPA YANG LEBIH CERDAS DALAM PROSES BELAJAR? SEBUAH BUKTI DARI PENDEKATAN ANALISIS SURVIVAL Anwar, Samsul; Salsabila, Inas; Sofyan, Rahmadaini; Amna, Zaujatul
Jurnal Psikologi Vol 18, No 2 (2019): October 2019
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.463 KB) | DOI: 10.14710/jp.18.2.281-296

Abstract

This study aims to compare the level of intelligence between male and female, especially in the learning process in college. Someone who could complete their undergraduate study with a shorter period of time is assumed to have a higher level of intelligence. This research was conducted on Syiah Kuala University students who graduated on the second period of 2017 with a population of 758 people. The number of samples used was 262 people that were determined through Slovin formula with a margin error of 5%. The sampling technique used was Stratified Random Sampling with scientific disciplines as the basis for population stratification. The data analysis method used was the Cox Proportional Hazard (Cox PH) model to find a graduation hazard ratio based on gender and scientific disciplines variables. This study showed that female students have 125.5% potential to graduate faster compare to male. More detail, female students have the potential of 127% to graduate faster on the field of social science, economics and humanities, and 123.9% on the field of sciences and technology. Survival analysis also showed that female student has higher probability to be able to complete their studies faster. Accordingly, it can be concluded that female have a higher level of intelligence than male, especially in the learning process in college.
THE EFFECTS OF PSYCHOEDUCATIONAL METHODS ON COLLEGE STUDENTS’ ATTITUDES TOWARD PTSD Amna, Zaujatul; Lin, Hsiu Chen
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.088 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v4i2.96

Abstract

This study investigated the effectiveness of psycho-education methods on college students’ attitudes toward post traumatic stress disorder. Analysis of results indicated that lecturing was the most effective psycho-educational method to obtain attitudinal changes. The effects of psycho-education methods of a short-duration intervention for college students' positive attitudes toward PTSD. Findings from the study led to the results that a short-duration of psycho-education intervention on PTSD effectively increases college students' attitudes toward post traumatic stress disorder, reduces negative attitudes towards PTSD.
Correlation of Mental Toughness with Academic Achievement in Modern Pesantren Students in Aceh Indonesia/ Korelasi Mental Toughness dengan Prestasi Akademik pada Pelajar Pesantren Modern di Aceh Indonesia Amna, Zaujatul; Safira, Syifa; Sari, Kartika; Faradina, Syarifah
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 17, No 2 (2020): Second Issue End of Year 2020
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v17i2.10105

Abstract

Abstract: Mental toughness is a capacity that individuals have in dealing with stressors, pressures, and challenges to achieve what they want. Individuals who have mental toughness will be able to overcome various kinds of demands and pressures that occur in their lives, one of which is in the field of education, such as academic achievement. This study aims to determine the correlation between mental toughness and academic achievement among Islamic boarding school students. A total of 335 students consisting of 219 women and 116 men with an age range of 12-18 years were selected as research samples using purposive sampling techniques. Mental Toughness Questionnaire-18 (MTQ-18) is used as a measure of mental toughness; meanwhile academic achievement is measured through score student report in period of Academic Year 2019/2020. The result has shown that there were positive and significant corelations between mental toughness and academic achievement in pesantren’s students (p= 0.011 with r= 0.139). In addition, the results of the study also suggested that the contribution of mental thougness toward on the students' academic achievement was lowest (1,9%). Further discussion of the correlation between the two variables has been described.Keywords: Mental Toughness; Academic Achievement; Boarding School StudentAbstrak: Mental toughness merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam menghadapi stressor, tekanan, dan tantangan agar dapat mencapai tujuan yang dimiliki. Individu dengan mental toughness yang tinggi akan mampu mengatasi berbagai macam tuntutan dan tekanan yang akan dihadapinya, diantaranya adalah tuntutan yang akan ditemui dalam bidang pendidikan, seperti prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mental toughness dengan prestasi akademik pada pelajar pesantren modern. Sejumlah 335 pelajar yang terdiri dari 219 perempuan dan 116 laki-laki dengan rentang usia 12-18 tahun telah dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Mental Toughness Questionnaire-18 (MTQ-18) digunakan sebagai alat ukur mental toughness, sedangkan prestasi akademik diukur dengan menggunakan nilai rapor pelajar periode Semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara mental toughness dengan prestasi akademik pada pelajar pesantren modern (p=0,011 dan r=0,139), artinya semakin tinggi tingkat mental toughness maka semakin tinggi pula prestasi akademik padapelajar pesantren modern tersebut. Selain itu, hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa nilai kontribusi variabel mental toughness terhadap prestasi akademik pelajar pesantren tergolong lemah, yaitu hanya 1,9%, pembahasan lanjutan mengenai korelasi antar kedua variabel tersebut telah diuraikan dalam artikel ini.Kata Kunci: Mental Toughness; Prestasi Akademik; Pelajar Pesantren
PERBEDAAN FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA BIDIKMISI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Firman Firdaus Nuzula; Dahlia Dahlia; Afriani Afriani; Zaujatul Amna
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.16.2.174-182

Abstract

Mahasiswa Bidikmisi mempunyai kewajiban dan tantangan yang berbeda dengan mahasiswa regular (bukan penerima Bidikmisi). Kewajiban yang harus di penuhi oleh mahasiswa Bidikmisi berpotensi menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang dirasakan mahasiswa Bidikmisi dalam memenuhi tantangan dan kewajiban tersebut menandakan adanya indikasi perasaan fear of failure. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan fear of failure pada mahasiswa Bidikmisi di Universitas Syiah Kuala yang ditinjau dari jenis kelamin. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bidikmisi Universitas Syiah Kuala yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Pada penelitian ini menggunakan 340 orang sebagai responden yang terdiri dari 170 laki-laki dan 170 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala yang disusun oleh Conroy (2002) yaitu  The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI). Penelitian ini menggunakan teknik Independent Sample T-test sebagai analisis data dan hasilnya menunjukkan signifikansi (p)=0,511 (p>0,05). Hasil signifikansi tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan fear of failure pada mahasiswa Bidikmisi antara mahasiswa Bidikmisi laki-laki dan perempuan. Tidak adanya perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor prestasi yang dicapai oleh mahasiswa Bidikmisi, dan kebijakan netral dalam lembaga pendidikan yang tidak dapat ditentukan oleh jenis kelamin. 
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL DISTRESS DENGAN STRATEGI KOPING PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Nada Salsabila; Zaujatul Amna; Dahlia Dahlia; Novita Sari
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.17.1.41-54

Abstract

Psychological distress merupakan salah satu hambatan atau kendala yang dirasakan oleh mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Oleh karena itu, untuk menangani psychological distress yang dirasakan mahasiswa diperlukan suatu strategi koping yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara  strategi koping dengan psychological distress pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala, yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sebanyak 335 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala terlibat sebagai sampel  dalam penelitian ini. Pengumpulan data penelitian menggunakan Kessler Psychological Distress (K10) dan The Ways of Coping Questionnaire. Hasil analisis pearson correlation menunjukkan  nilai signifikansi (p) = 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara psychological distress dan strategi koping pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala. Pada dasarnya tidak semua situasi yang menyebabkan distress dapat benar-benar diatasi, karena distress psikologi akan hilang hanya ketika stresor pada diri inidvidu hilang, hal tersebut yang terkadang menyebabkan skor stres tetap tinggi walaupun sudah menggunakan strategi koping.
PERSEPSI STATEMENT TAKERS TERHADAP PENGUNGKAPAN KEBENARAN KONFLIK ACEH Nailur Rahmah; Haiyun Nisa; Mirza Mirza; Zaujatul Amna
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 18, No 1 (2021): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v18i1.37613

Abstract

Konflik Aceh menimbulkan korban sebanyak 30.000 jiwa. Konflik ini berakhir damai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinki dengan salah satu mandatnya ialah mewujudkan keadilan transisi bagi penyintas konflik yang diwujudkan melalui pengungkapan kebenaran konflik Aceh. Pengungkapan kebenaran dilaksanakan oleh statement takers yang turun langsung ke lapangan untuk menemui penyintas konflik, namun hal ini beresiko bagi statement takers untuk mengalami dampak psikologis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan eksploratif. Responden penelitian berjumlah empat orang statement takers yang terlibat dalam pengungkapan kebenaran konflik aceh. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, serta pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa statement takers mengalami reaksi emosional, terbebani secara moral, serta mengalami dampak fisik dan psikologis. Namun, pengungkapan kebenaran dinilai tepat karena sesuai dengan nilai moral dan budaya masyarakat Aceh. Kesimpulan penelitian ialah pengungkapan kebenaran konflik menjadi tindakan preventif agar konflik tidak terjadi lagi, sehingga pengungkapan kebenaran tetap dilaksanakan demi mewujudkan keadilan transisi dan tetap memerhatikan dampak negatif yang ditimbulkan.
Cyberbullying Victimization dan Kesehatan Mental pada Remaja Fifyn Srimulya Ningrum; Zaujatul Amna
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 5 No 1 (2020): INSAN JURNAL PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V5I12020.35-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying victimization dengan kesehatan mental pada remaja. Sampel penelitian sebanyak 209 partisipan (102 laki-laki dan 107 perempuan) dengan rentang usia 16-18 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara cyberbullying victimization dan kesehatan mental pada remaja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengalaman lebih rendah sebagai korban cyberbullying memiliki kesehatan mental yang positif. Sebaliknya, remaja yang memiliki pengalaman lebih tinggi sebagai korban cyberbullying memiliki kesehatan mental yang negatif. Kesimpulannya, hasil menunjukkan bahwa korban cyberbullying di media sosial dikaitkan dengan kesehatan mental pada remaja, baik berdampak positif maupun negatif.The aim of the study was to determine the relationship between cyberbullying victimization and mental health in adolescents. A total of 209 adolescents, consisting of 102 males and 107 females, with age ranges 16-18 years, were selected using purposive sampling technique as research participants. The result has shown that there was a negative significant correlation between cyberbullying victimization and mental health in adolescents. The result also showed that adolescent with less experience as cyberbullying victim would have positive mental health while adolescent with more experience as cyberbullying victim have negative mental health. In conclusion, this result showed that a cyber-victim on social media was associated with mental health, whether it's a positive effect or negative affect.
THE EFFECTS OF PSYCHOEDUCATIONAL METHODS ON COLLEGE STUDENTS’ ATTITUDES TOWARD PTSD Zaujatul Amna; Hsiu Chen Lin
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v4i2.96

Abstract

This study investigated the effectiveness of psycho-education methods on college students’ attitudes toward post traumatic stress disorder. Analysis of results indicated that lecturing was the most effective psycho-educational method to obtain attitudinal changes. The effects of psycho-education methods of a short-duration intervention for college students' positive attitudes toward PTSD. Findings from the study led to the results that a short-duration of psycho-education intervention on PTSD effectively increases college students' attitudes toward post traumatic stress disorder, reduces negative attitudes towards PTSD.
Perbedaan Psychological Well-Being pada Remaja Obesitas dengan Remaja yang Memiliki Berat Badan Normal Cut Keumala Muqhniy; Zaujatul Amna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Psikologi Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.698 KB)

Abstract

Berat badan merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan penampilan fisik pada masa remaja, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi psychological well-being. Psychological well-being merupakan suatu pencapaian penuh dari potensi psikologis individu yang dapat menerima kekuatan dan kelemahan dalam diri. Permasalahan berat badan dalam diri individu menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan salah satu dimensi psychological well-being yaitu penerimaan diri. Dikatakan bahwa remaja yang mengalami obesitas akan menjadi rendah diri, dan juga sulit membina hubungan positif dengan orang lain dibandingkan dengan remaja yang memiliki berat badan normal. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui perbedaan psychological well-being pada remaja obesitas dengan remaja yang memiliki berat badan normal. Sebanyak 64 remaja (28 laki-laki dan 36 perempuan) dengan rentang usia13-18 tahun (yang terdiri dari 32 remaja obesitas dan 32 remaja berat badan  normal) yang dipili dengan menggunakan teknik incidental sampling dan multi stage cluster. Pengumpulan data dengan menggunakan Ryff’s psychological well-being scale (RPWB). Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Mann-Whitney U menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p)=0,010 (p0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan psychological well-being pada remaja obesitas dengan remaja berat badan normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja dengan berat badan normal memiliki psychological well-being yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja obesitas.
Hubungan antara Stres dengan Prokrastinasi pada Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Universitas Syiah Kuala Nur Adlina; Zaujatul Amna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Psikologi Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.121 KB)

Abstract

Penyelesaian skripsi pada mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah prokrastinasi.Prokrastinasi merupakan suatu kecenderungan perilaku dalam diri individu untuk menghabiskan waktu, menunda, dan secara sengaja tidak segera mengerjakan sesuatu yang seharusnya diselesaikan.Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya prokrastinasi adalah stres yang dialami individu, dimana stres dapat membuat individu tidak termotivasi dan malas untuk mengerjakan skripsi sehingga pada akhirnya melakukan prokrastinasi. Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui hubungan antara stres dengan prokrastinasi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Sampel penelitian berjumlah 312 mahasiswa (187 laki-laki dan 125 perempuan).Pengumpulan data menggunakan DASS 42 versi adaptasi dan Tuckman Procrastination Scale. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson yang menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,114 dengan nilai signifikansi (p) = 0,044 (p 0,05) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara stres dengan prokrastinasi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Unsyiah. Hal ini mengindikasikan semakin rendah skor pada intensitas stres maka semakin rendah pula skor pada intensitas prokrastinasi, demikian juga sebaliknya.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa stres berkaitan secara signifikan terhadap prokrastinasi mahasiswa.
Co-Authors . Dahlia Achmad Syaukani Aflah, Ruhul Afriani Afriani Afriani Afriani Afriani Afriani Afriani Afriani Afriani Agustian Hasnan Hakim Ainun Mardhiah, Ainun Andra Salsabila Ardian Fahri Aristo, Nayomi Arum Sulistyani Ayu Cahya Ningsih Azkiya, Nyak Dara Bachtiar Akob Cindy Pratiwi Cut Keumala Muqhniy Dahlia Dahlia Dahlia Dahlia Dahlia Datachi, Siti Tamita Dea Rizkiana Aprilia Mukhran Dini Hariyati Adam Dini Nurhasanah Dira Silviana Eka Dian Aprilia Exsa, Priya Faizah, Firsta Faizal Adriansyah Fayza Ramulan Febriyani Ferida, Reni Fifyn Srimulya Ningrum Firman Firdaus Nuzula Fitri, Bella Anugrah Ghina Tsabitah Habibi, Muhammad Alif Haiyun Nisa Hijratul Zulfa Hsiu Chen Lin Hsiu Chen Lin, Hsiu Chen Intan Dewi Kumala, Intan Dewi Intan Mutia Irmayani Irmayani ISKANDAR Jam’an Jamil Kartika Sari Kartika Sari Kartika Sari Khansa Zayyana Layyina, Ulya Luthfiya, Nura Mahira, Zakia Maqfira, Nurul Marty Mawarpury Mauliza, Siti Rahmi Maya Khairani Maya Khairani Maya Khairani Maya Zahara Meutuah, Rizkina Mirza Mirza Mirza Mirza Mirza Misbahul Jannah Misfhilatud Zahra Muhana Sofiati Utami Munifa Nadhira Munira Ayu Muthiatun Nisa Nada Salsabila Nadhira Miranda Nadhira Miranda Nadira Chaharani Nailur Rahmah Natasya, Meutia Naufal Hakim Nida Ul Hasanat Novita Sari Novita Sari Nur Adlina Nurhasanah, Dini Putriani Putriani Qarar, Wan Miftahul Rahmah, Raudhatur Rahmatul Hafidah Raihan, Gebrina Raudhatul Mufidah Raudhatul Wirda Reni Nuryanti Risana Rachmatan Riski Nuwansa Ruhul Aflah Safira Rachmana Safira, Syifa Salsabila, Inas Salsabila, Syifa Samsul Anwar Sarah Hafiza Sharla Aliffia Shaqinah Sinta Bella Siti Hayani Siti Rahmi Mauliza Siti Sarah, Siti Sofyan, Rahmadaini Solly Aryza Syarifah faradina Syifa Salsabila Talitha Fatiyah Mukhyi Ulfarianti Ulfarianti Wida Yulia Viridanda Win Junaidi Yulifa Indri Destiana Zahrani Zahrani Zahratul Aini Zihan Fahira Zuhra, Nabila