Djainuddin Semar
PPPTMGB LEMIGAS

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Viskositas dan Kandungan Sulfur dalam Minyak Solar terhadap Sifat Lubrisitas Minyak Solar Indonesia Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 1 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.1.55

Abstract

Kandungan sulfur dalam minyak solar memberikan pengaruh negatif pada emisi gas buang dan memberikan pengaruh positif pada pelumasan injeksi mesin diesel. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kandungan sulfur dan viskositas terhadap sifat lubrisitas minyak solar. Hasil-hasil analisis kandungan sulfur, viskositas menunjukkan bahwa perubahan kandungan sulfur dan viskositas mempunyai korelasi terhadap sifat lubrisitas minyak solar. Sifat lubrisitas tidak berhubungan langsung terhadap kandungan sulfur tetapi beberapa komponen organik sulfur dalam minyak solar dapat mencegah keausan pada permukaan logamyang bergesakan. Komponen sulfur yang memberikan perlindungan terhadap permukaan logam tersebut adalah polycyclic aromatic yang mengikat oksigen, sulfur dan nitrogen. Studi ini memakai 17 sampel yang diambil dari Depot dan SPBU Pertamina di 17 propinsi di Indonesia. Hasil-hasil dari studi ini diuraikan secara lengkap pada tulisan ini
Efek Minyak Tanah dalam Minyak Solar 48 terhadap Sifat-Sifat Fisika/Kimia dan Kinerja Mesin Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 3 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.3.74

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengamati perubahan sifat-sifat fisika/kimia dan kinerja mesin yang memakai dua jenis bahan bakar yaitu minyak solar tanpa dicampur dengan minyak tanah dan minyak solar yang dicampur dengan minyak tanah. Minyak solar dan minyak tanah yang dipakai dalam studi ini berasal dari Pertamina. Hasil analisis minyak solar yang dicampur dengan minyak tanah menunjukkan bahwa sifatsifat fisika/kimia dan kinerja mesin lebih rendah daripada minyak solar tanpa dicampur minyak tanah. Hasil studi ini sebagai masukan ke Pemerintah dalam menentukan mutu minyak solar dan penempatan spesifikasi minyak solar mendatang.
Penelitian Sensitivitas Angka Oktana Bensin yang Beredar di Indonesia Djainuddin Semar; Pallawagau La Puppung
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.1.84

Abstract

Sensitivitas adalah selisih antara angka oktana riset dan angka oktana motor dari bensin. Sensitivitas bahan bakar bensin merupakan ukuran seviritas operasi dari mesin Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sensitivitas tiga jenis bensin yaitu bensin 88 bertimbal dan tanpa timbal, bensin 91 (Pertamax) dan bensin 95 (Pertamax Plus) yang dipasarkan di Indonesia. Penelitian ini memakai 16 percontoh bensin dari Pertamina (Depot dan SPBU) dari 5 propinsi di Indonesia. Hasil analisis sensitivitas (S) percontoh bensin Indonesia adalah sebagai berikut: bensin 88 bertimbal S = 3,2 – 5,1; bensin 88 tanpa timbal S = 10,6 – 11,4; bensin 91 (Pertamax) S = 10,5 – 12,6; bensin (Pertamax Plus) S = 12,5 – 13,0.
Efek Kandungan Aromatik dalam Minyak Solar terhadap Kinerjanya pada Mesin Diesel Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.155

Abstract

Spesifikasi Minyak Solar 48 Indonesia menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang dengan cara menganalisis sifat fisika kimia dan uji kinerja pada mesin diesel Isuzu 4JA1 di atas bangku uji multisilinder. Pengaruh variasi kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin diuraikan dalam makalah ini. Hasil pengujian ini bermanfaat untuk memberikan masukan pada Pemerindah dalam menentukan kebijakan spesifikasi minyak solar mendatang.
Kajian Spesifikasi Minyak Solar Ramah Lingkungan Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.161

Abstract

Spesifikasi minyak Solar 48 dan minyak Solar 51 Indonesia ditetapkan menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik) dan sifat lubrisitas.Memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas, tantangan yang dihadapi industri migas makin besar dengan meningkatnya kebutuhan energi dan bahan bakar minyak dalam negeri, terbatasnya kemampuan kilang, tuntutan produk yang ramah lingkungan, dan makin banyaknya produk yang harus diimpor baik bahan baku maupun hasil olahannya. Studi ini dimaksudkan sebagai masukan kepada Pemerintah dalam perbaikan mutu dan spesifikasi minyak solar Indonesia, untuk menghasilkan minyak solar yang ramah lingkungan. Pengaruh batasan beberapa parameter seperti distilasi, titik nyala, sifat lubrisitas dan kandungan poliaromatik hidrokaron(PAH) minyak solar akan didiskusikan pada makalah ini.
Efek PAH dalam Minyak Solar terhadap Kinerja dan Emisi Gas Buang Mesin Diesel Injeksi Langsung Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 3 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.3.169

Abstract

Kandungan hidrokarbon poliaromatik (PAH) dalam minyak Solar 48 Indonsia harus dibatasi, karena PAH bersifat karsinogen dan berpengaruh terhadap kinerja mesin dan kadar emisi gas buang (nitrogen oksida dan opasitas). Spesifikasi bahan bakar diesel Jepang (JIS K 2204), India (SIAM), Eropa (EURO) masing-masing menetapkan batasan kandungan PAH maksimum 11 % volume. Penelitian dilaksanakan mengunakan tiga formula minyak solar masing-masing diberi kode MS-0, MS-1, MS-2 dan komposisi kandungan PAH setiap percontoh diatur bervariasi. Pengaruh beberapa variasi kandungan PAH dalam minyak solar terhadap sifat-sifat fisika kimia dan kinerja mesin akan diuraikan dalam makalah ini
Perkembangan Spesifikasi Bensin Indonesia dan Spesifikasi WWFC serta Pengaruhnya Bagi Industri Migas Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.187

Abstract

Energi bahan bakar fosil terutama minyak bumiuntuk kebutuhan sektor transportasi dan bahanpetrokimia belum mampu tergantikan oleh sumberenergi lainnya, sehingga diperlukan usaha konservasi.Spesifikasi bahan bakar minyak jenis bensin yangdipasarkan dalam negeri menurut surat KeputusanDirektur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 3674K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 adalah salahsatu bahan bakar minyak konservasi energi denganpenambahan ether atau etanol ke dalam bahan bakarbensin.Spesifikasi bensin Indonesia harus dikaji ulangsecara berkala untuk disesuaikan denganperkembangan teknologi mesin, lingkungan hidup,konservasi energi dan beberapa karakteristik danmetode uji harus disesuaikan pula dengan spesifikasibensin internasional EURO dan dari organisasipembuat bensin dan mesin otomotif yang dikenaldengan World Wide Fuel Charter (WWFC). WWFCmemberikan arah global harmonisasi bensin di seluruhdunia.
Pengaruh MTBE dan TEL Terhadap Sifat Fisika - Kimia Bensin Dasar Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 23 No 1 (1989)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.23.1.1403

Abstract

Bensin dasar yang dipakai pada percobaan ini dibuat dari campuran 65% volume reformat, 13% volume SRN, dan 22% volume nafta ringan. Untuk menaikan angka oktana riset dari 78,0 menjadi 87,0 diperlukan penambahan 1,80 ml/USG TEL atau 21,6% volume MTBE. Ada dua keuntungan yang didapat pada penggunaan MTBE dan TEL di dalam bensin dasar di Indonesia, yaitu meningkatkan kualitas angka oktana dan mengurangi penambahan TEL di dalam Bensin
Pengaruh TEL dan Amino Benzena Tehadap Angka Oktana Bensin Produk Kilang Cilacap Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 21 No 3 (1987)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.21.3.1443

Abstract

Metanol yang dicampur dengan dsar sebagai bahan bakar motor bensin di Indonesia, mempunyai harapan besar jika dilihar dari sifat kimianyaPenambahan amino benzena atau TEL ke dalam contoh yang dibuat dari campuran metanol dan besnin dasar produksi kilang Cilacap, mengahsilkan bahan bakar untuk motor bensin yang memenuhi syarat spesifikasi bensin premium Indonesia
Pengaruh Kandungan Sulfur di Dalam Bahan Bakar Terhadap Emisi Gas SO2 di Lingkungan dan Berbagai Pengaruhnya Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 20 No 2 (1986)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.20.2.1458

Abstract

Aplikasi bahan bakar minyak dan batubara pada suatu mesin sebagai bahan bakar, akan dapat mempengaruhi kualitas udara sekitar akibat gas buangnya. Dengan demikian mempengaruhi kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Faktor utama yang mengakibatkan pencemaran udara adalah gas sulfur dioksida yang mahal biaya untuk menanggulanginya. Adalah suatu keuntungan bagi Indonesia yang memiliki minyak dan batu bara dengan kadar sulfur yang rendah