Indah Crystiana
PPPTMGB "LEMIGAS"

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Citra Ikonos untuk Mengkaji Permasalahan Sosial pada Pengembangan Lapangan Tua Indah Crystiana; Trimuji Susantoro
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 2 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.2.223

Abstract

Kajian ini bertujuan memetakan lokasi sumur-sumur tua di lapangan X dan lapangan Y. Lapangan X di wilayah kotamadya dan lapangan Y berlokasi di wilayah kabupaten di Cekungan Sumatera Selatan. Pemetaan kondisi penggunaan lahan dilakukan pada setiap sumur. Hasilnya digunakan untuk menganalisis kemungkinan permasalahan sosial yang timbul dalam pengembangan lapangan tua tersebut. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk memetakan lokasi sumur. Data tersebut menggunakan Citra Ikonos 1 meter. Penggunaan citra Ikonos diharapkan dapat mengidentifikasi lokasi sumur dan penggunaan lahan detil di sekitarnya. Hasilnya menunjukan bahwa citra Ikonos mampu memetakan lokasi-lokasi sumur di Lapangan X dan Y. Hasil lainnya menunjukkan dengan citra Ikonos mampu untuk menginterpretasi penggunaan lahan secara detil. Hal ini dapat menjadi kunci untuk identifikasi permasalahan sosial pada pengembangan lapangan tua. Kajian permasalahan pada pengembangan sumur tua menggunakan buffer dengan pusat kepala sumur pada radius 100 meter. Hal ini untuk menganalisis area yang harus bebas dari kegiatan sosial masyarakat. Survey lapangan dilakukan untuk validasi lokasi sumur dan interpretasi citra Ikonos. Hasil kajian membuktikan citra satelit Ikonos mampu untuk mengidentifikasi lokasi sumur dan permasalahan sosial yang terjadi pada rencana pengembangan sumur tua. The Aims of this research is mapping of wells location in “X” field and “Y” Field. X field is located in the municipality and Y field is located in the district of South Sumatera Basin. Mapping of landuse is conducted for all of well. The Result of landuse mapping is used for analyzing the possibility of social problem on Brown field development. Remote sensing technology is conducted to map of wells location. In this research is using Ikonos Imagery with 1 meter of spatial resolution. The use of Ikonos imagery is expected to identify of wells location and detail landuse. The Result of this research showing that Ikonos imagery has capability to map well location and detail landuse at X and Y Field. Landuse is key of identification of social problem on Brown Field development. Research of social problem in Brown Field Development is using buffer for well head in radius 100 meter. The function of buffer is for analysing the area that free for other activities, mainly social activities. Field survey is conducted to validate wells location and landuse interpretation results. The Result of research is proving that Ikonos imagery has capability for identifying of wells location and social problem in Brown Field development planning.
Pengolahan Data Citra Satelit untuk Mengidentifikasi Potensi Jebakan dalam Kegiatan Eksplorasi Migas Indah Crystiana; Tri Muji Susantoro; Nurus Firdaus
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 1 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.1.235

Abstract

Penggunaan teknologi penginderaan jauh saat ini mulai dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi pemetaan. Proses ekstraksi informasi pada data penginderaan jauh dapat didasarkan pada pengamatan visual, nilai spektral, serta berdasar obyek. Evaluasi terhadap pemrosesan citra dilakukan untuk mendapatkan citra yang mudah untuk diinterpretasi secara visual. Interpretasi dilakukan untuk mengidentifikasi potensi area jebakan migas. Hal ini dilakukan dengan pemetaan perbedaan tinggian topografi di daerah landai. Metode pengolahan citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah penajaman kontras, fusi, dan analisis komponen utama (PCA). Identifikasi potensi jebakan migas melalui pemetaan tinggian dilakukan dengan kombinasi dari perbedaan topografi, pola pengaliran, pola kelurusan, pemetaan penggunaan lahan dan pola perlapisan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan topografi, pola pengaliran, pola kelurusan dan pola perlapisan dapat dikenali dengan baik dengan pengolahan data citra satelit dengan metode penajaman kontras. Pemetaan penggunaan lahan tampak dengan sangat jelas dengan metode fusi dengan melalui pansharpening obyek. Sedangkan obyek-obyek yang berupa lahan terbuka atau lahan kering tampak terlihat sangat jelas pada proses pengolahan PCA. Hal ini ditunjukkan dengan warna cyan keputihan dan rona sangat cerah. Pada kombinasi dengan Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM) di daerah landai kurang memberikan efek yang berarti dalam menonjolkan obyek ataupun topografinya. Validasi dilakukan menggunakan data permukaan (Differential GPS) dan menggunakan data bawah permukaan (seismik, sumur, dan lapangan migas). Hasilnya menunjukkan bahwa potensi jebakan migas dapat dikenali melalui perbedaan tinggian topografi. Hasil validasi dengan data lapangan menunjukkan sekitar 44% berada pada struktur yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon.