Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI PENAFSIRAN KLASIK DALAM TAFSIR DIGITAL: Analisis Wacana pada Tafsirweb.com Azka Zahro Nafiza; Sutrisno Hadi
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 01 (2025): TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/tafakkur.v6i01.804

Abstract

Digital transformation in Islamic Studies, particularly in Qur’anic Exegesis, has created new opportunities and expanded accessibility to knowledge. However, this development raises profound questions regarding the representation of Islamic intellectual heritage in digital spaces. This study examines the representation of classical exegesis on the Indonesian digital platform, tafsirweb.com. It operates on the premise that digitisation of tafsir is not a passive process, but rather involves active construction, filtering, and presentation that can shape users’ understanding of classical interpretive narratives. Employing library research and a qualitative-analytical approach, this study applies Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis as its theoretical framework. The findings indicate that although tafsirweb.com appears neutral, it actively constructs the authority of classical exegetes through metadata and the prioritisation of specific commentaries. The use of literal and hierarchical diction fosters a restrictive understanding, while the assumption of the Qur’anic Arabic’s transparency without further contextualization further reinforces this authority. The platform’s content curation practices and fragmented discourse consumption patterns tend to reflect Sunni mainstream perspectives, potentially leading to decontextualization and erosion of traditional authority. Socio-culturally, the platform functions as a counter-narrative while simultaneously reinforcing an epistemic-conservative ideology on one hand, safeguarding Islamic doctrine, yet on the other hand, potentially inhibiting contextual interpretation.
Dinamika Perkembangan Tafsir Al-Qur'an Era Reformasi Hingga Sekarang Azka Zahro Nafiza; Pathur Rahman
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wrfyc743

Abstract

Penafsiran Al-Qur’an terus mengalami dinamika, hal ini dikarenakan terus berkembangnya isu atau permasalahan yang ada di masyarakat. Terlebih memasuki era reformasi hingga sekarang yang disebut dengan era kontemporer. Semakin beraneka ragam isu yang hadir dan membutuhkan solusi. Oleh karena itu, penafsiran Al-Qur’an dituntut untuk terus berkembang sesuai dengan tuntutan zamannya. Dalam tulisan ini akan membahas mengenai dinamika perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penafsiran Al-Qur’an di era reformasi hingga sekarang. Tulisan ini akan ditelaah dengan menggunakan studi pustaka, serta dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab rumusan masalah yang telah disusun. Hasil tulisan menunjukkan bahwa dinamika perkembangan tafsir yang hadir lebih ke arah pergeseran pendekatan penafsiran, seperti penafsiran kontekstual dan multidisiplin ilmu serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung penyebaran tafsir Al-Qur’an. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya karena globalisasi, perkembangan kajian gender dan hak asasi manusia, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dinamika yang berkembang bertujuan supaya tafsir Al-Qur’an yang berkembang relevan terhadap isu-isu terkait serta penyebarannya dapat semakin meluas dengan memanfaatkan berbagai teknologi serta sosial media.