Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI OPTIMALISASI KADER KESEHATAN REMAJA PADA ERA DIGITALISASI DI DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI Tri Yahya Christina; Safaruddin Safaruddin; I Putu Juni Andika; Ayuni Riska Utami
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.449

Abstract

Perkembangan era digitalisasi membawa perubahan signifikan dalam pola perolehan, pemahaman, dan penyebaran informasi kesehatan, terutama di kalangan remaja yang merupakan pengguna aktif teknologi. Di Desa Pojok Kecamatan Tawangsari, pemanfaatan digital masih rendah, 24% kader remaja menggunakan media digital dan 62% belum literasi digital, sehingga partisipasi kader remaja berbasis digital masih di bawah 20%. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, literasi digital, serta membentuk kader kesehatan remaja yang kompeten dalam mengakses, menganalisis, dan menyebarkan informasi kesehatan secara bertanggung jawab dan berbasis bukti. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan belajar, edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari sebagian besar peserta yang awalnya berada pada kategori buruk dan sedang, menjadi dominan pada kategori baik setelah intervensi, yaitu mencapai 80%. Selain itu, hilangnya kategori buruk pada hasil post-test menegaskan efektivitas program dalam mengatasi kesenjangan pemahaman dasar. Disimpulkan program digitalisasi ini terbukti mampu memperkuat kapasitas kader dalam literasi digital dan kesehatan serta mendorong keterlibatan aktif dan pembelajaran mandiri. Secara keseluruhan, intervensi ini berkontribusi pada pembentukan kader kesehatan remaja yang lebih adaptif, berdaya, dan siap menjadi agen promosi kesehatan di era digital secara berkelanjutan. Kata kunci: digitalisasi, edukasi kesehatan, literasi digital, literasi kesehatan, remaja The rapid development of the digital era has brought significant changes in the acquisition, understanding, and dissemination of health information, particularly among adolescents who are active users of technology. In Pojok Village, Tawangsari Subdistrict, digital utilization remains low: only 24% of health cadres use digital media and 62% lack digital literacy, resulting in digital-based adolescent participation of below 20%. The program aims to improve knowledge and digital literacy and to develop adolescent health cadres who are competent in accessing, analyzing, and disseminating health information responsibly and based on evidence. The program was implemented through learning needs identification, interactive education, group discussions, case studies, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in knowledge, indicated by a shift from predominantly poor and moderate knowledge levels before the intervention to a dominant good category after the intervention, reaching 80%. Furthermore, the absence of the poor category in the post-test results confirms the effectiveness of the program in addressing gaps in basic understanding. It can be concluded that digitalization program effectively strengthened the cadres’ digital and health literacy capacities and encouraged active engagement and self-directed learning. Overall, the intervention contributed to the development of more adaptive, empowered adolescent health cadres who are prepared to act as sustainable health promotion agents in the digital era. Keywords: digitalization, health education, digital literacy, health literacy, adolescents
Pesantren Sehat: Membangun Generasi Muda yang Peduli Kesehatan melalui Pembentukan Kader Kesehatan Remaja Sebaya Tri Yahya Christina; Tunjung Sri Yulianti; Lilik Sriwiyati; Safaruddin; I Putu Juni Andika; Antonius Catur Sukmono; Sri Wianti; Agustina Sandramustika
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v6i2.397

Abstract

Abstract. Mentoring adolescent students who are in a period of physical and psychological preservation is very important. This community service aims to form adolescent health cadres to build a young generation who care about health through peer cadres Kholifatullah Singo ludiro Islamic Boarding School. Considering that they are far from their families and live with fellow students of the same age. The method used is cadre formation and training. Cadres are formed from active students and the students' willingness to become peer adolescent health caders. Cadres are equipped with knowledge and skills through training related to adolescent health, basic care skills, and Focus Group Discussions (FGD) as provisions for cadres to be critical of students' health problems and increase cadres' self-confidence in providing education and motivation. The results obtained were the formation of 10 peer adolescent health cadres, consisting of 3 male cadres and 7 female cadres. These results are in accordance with the needs of the Islamic boarding school where most of the health problems, both physical and psychological, found were from female students. The results of the activity also showed an increase in knowledge and skills of cadres related to adolescent health. As students who do not yet have a background in health knowledge, cadres show a good understanding of adolescent health after receiving training. With the formation of cadres who have knowledge and skills related to adolescent health, cadres can become quality promotive, preventive, curative and rehabilitative for the health of adolescents of the same age as students. Keywords: Health Cadres; Healthy Islamic Boarding School; Youth Cadres; Youth Abstrak. Pendampingan remaja santri yang sedang dalam masa peralihan baik fisik maupun psikologis sangat penting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kader kesehatan remaja sebaya santri untuk membangun generasi muda yang peduli kesehatan melalui kader sebaya Pesantren Kholifatullah Singo ludiro. Mengingat mereka jauh dengan keluarga dan tinggal bersama sesama santri sebaya. Metode yang digunakan adalah pembentukan kader dan pelatihan. Kader dibentuk dari santri yang aktif serta kesuka relaan dari santri untuk menjadi kader kesehatan remaja sebaya. Kader dibekali pengetahuan dan keterampilan/ skill melalui pelatihan terkait kesehatan remaja, keterampilan perawatan dasar, serta Focus Group Discussion (FGD) sebagai bekal kader untuk kritis terhadap masalah kesehatan santri serta meningkatkan kepercayaan diri kader dalam memberikan edukasi dan motivasi. Hasil yang didapat adalah terbentuknya 10 kader kesehatan remaja sebaya, dimana terdiri dari 3 kader laki- laki dan 7 kader perempuan. Hasil ini sesuai dengan kebutuhan Pesantren dimana sebagian besar permasalahan kesehatan baik fisik maupun psikologis yang ditemukan adalah dari santri perempuan. Hasil kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan maupun keterampilan/skill kader terkait kesehatan remaja. Sebagai santri yang belum memiliki latar belakang pengetahuan kesehatan, kader menunjukkan pemahaman yang baik terkait kesehatan remaja setelah mendapat pelatihan. Dengan terbentuknya kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan/skill terkait kesehatan remaja, kader dapat menjadi promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang berkualitas untuk kesehatan remaja sebaya santri. Kata kunci: Kader Kesehatan; Kader Remaja; Pesantren Sehat; Remaja