Penelitian ini mengkaji transformasi peran perempuan dalam produksi kerajinan patung komodo di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, dengan menggunakan perspektif feminisme kultural dan feminisme materialis. Permintaan pasar pariwisata terhadap produk patung komodo meningkat mendorong keterlibatan perempuan dalam proses produksi, terutama pada pembuatan sisik komodo. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kontribusi artistik perempuan, dinamika peran ganda domestik dan produktif, serta posisi perempuan dalam struktur ekonomi kerajinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi produksi kerajinan. Penelitian ini menemukan bahwa keterampilan feminin seperti ketelatenan, presisi, dan konsistensi menjadi dasar kualitas estetika patung komodo, sehingga perempuan sangat menentukan nilai artistik produk. Perspektif feminisme kultural mengungkap bahwa kerja detail perempuan merupakan ekspresi kreativitas yang berakar pada pengalaman domestik dan etika perawatan. Sementara itu, analisis feminisme materialis menunjukkan bahwa meskipun kontribusi perempuan tinggi, tetapi mereka masih menghadapi ketidaksetaraan struktural berupa beban kerja ganda, upah tidak sebanding, dan minimnya pengakuan formal sebagai pekerja artistik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam kerajinan patung komodo merupakan hasil negosiasi antara kreativitas feminin dan kondisi struktural industri. Karena itu diperlukan penguatan posisi tawar perempuan melalui pelatihan, pengorganisasian, serta kebijakan pemberdayaan sektor kerajinan berbasis gender.