I Ketut Supir
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pusaka: Penguatan Usaha Seni Lukisan Kaca Sebagai Produk Unggulan Desa Nagasepaha I Gde Wawan Sudatha; I Ketut Supir; Ni Wayan Widi Astuti; I Nyoman Rediasa
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.105983

Abstract

Desa Nagasepaha di Kabupaten Buleleng, Bali, dikenal sebagai sentra seni lukisan kaca yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Namun, potensi ekonomi kreatif tersebut belum diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan strategi pemasaran yang optimal. Permasalahan utama yang dihadapi para perajin meliputi kualitas produk yang belum optimal, belum adanya sistem pembukuan digital, serta pemanfaatan media pemasaran daring yang masih rendah. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha seni lukisan kaca Nagasepaha melalui penggunaan nano-coating, peningkatan kualitas penutup bingkai, pencatatan keuangan digital, dan digital marketing. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi program, workshop penggunaan nano-coating, pelatihan bingkai produk, pelatihan dan simulasi penggunaan pencatatan keuangan, pelatihan digital marketing (e-commerce) dan konten digital dengan melibatkan dua mitra pelaku usaha seni lukisan kaca serta Pemerintah Desa Nagasepaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra telah berhasil menghasilkan produk lukisan kaca yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi berkat penerapan nano-coating dan desain bingkai inovatif, serta mampu mengelola keuangan dengan aplikasi digital sederhana dan memasarkan produk melalui platform e-commerce. Program ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal serta menjadikan lukisan kaca Nagasepaha sebagai produk unggulan desa yang berdaya saing.
Transformasi Peran Perempuan Pengrajin Patung Komodo di Desa Guwang, Sukawati, dalam Perspektif Feminisme Kultural Ni Putu Tina Astriana; I Ketut Supir
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.111109

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi peran perempuan dalam produksi kerajinan patung komodo di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, dengan menggunakan perspektif feminisme kultural dan feminisme materialis. Permintaan pasar pariwisata terhadap produk patung komodo meningkat mendorong keterlibatan perempuan dalam proses produksi, terutama pada pembuatan sisik komodo. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kontribusi artistik perempuan, dinamika peran ganda domestik dan produktif, serta posisi perempuan dalam struktur ekonomi kerajinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi produksi kerajinan. Penelitian ini menemukan bahwa keterampilan feminin seperti ketelatenan, presisi, dan konsistensi menjadi dasar kualitas estetika patung komodo, sehingga perempuan sangat menentukan nilai artistik produk. Perspektif feminisme kultural mengungkap bahwa kerja detail perempuan merupakan ekspresi kreativitas yang berakar pada pengalaman domestik dan etika perawatan. Sementara itu, analisis feminisme materialis menunjukkan bahwa meskipun kontribusi perempuan tinggi, tetapi mereka masih menghadapi ketidaksetaraan struktural berupa beban kerja ganda, upah tidak sebanding, dan minimnya pengakuan formal sebagai pekerja artistik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam kerajinan patung komodo merupakan hasil negosiasi antara kreativitas feminin dan kondisi struktural industri. Karena itu diperlukan penguatan posisi tawar perempuan melalui pelatihan, pengorganisasian, serta kebijakan pemberdayaan sektor kerajinan berbasis gender.