Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR: KEMAMPUAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM MENYERAP EMISI KARBON DIOKSIDA (CO2) YANG BERASAL DARI TRANSPORTASI PERKOTAAN Zaidatun Ni'mah; Abied Rizky Putra Muttaqien
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47290

Abstract

ABSTRAKEmisi karbon dioksida (CO2) dari sektor transportasi perkotaan menyebabkan pencemaran udara dan permasalahan global di suatu kota. Meski mendorong mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, sektor ini mengancam keberlanjutan lingkungan. Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH), terutama yang bersifat publik, berperan sebagai solusi efektif dalam menyerap emisi CO2 melalui vegetasi perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui timbulan emisi CO2 transportasi perkotaan dan kapasitas daya serap RTH terhadap emisi tersebut berdasarkan empat studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode literature review. Dari temuan penelitian mengindikasikan bahwa ruang terbuka hijau (RTH) publik di wilayah perkotaan belum mampu menyeimbangkan volume emisi CO2 dari transportasi, dimana volume emisi CO2 sangat dipengaruhi dari jumlah dan jenis kendaraan bermotor, sedangkan kinerja RTH dipengaruhi oleh luas, tipe dan jenis vegetasi.Kata Kunci: Daya Serap Tanaman, Emisi Karbon Dioksida, Ruang Terbuka Hijau, TransportasiABSTRACTCarbon dioxide (CO2) emissions from the urban transportation sector cause air pollution and global problems in cities. Although it promotes mobility and economic growth, this sector threatens environmental sustainability. The provision of green open spaces (RTH), especially public ones, plays an effective role in absorbing CO2 emissions through urban vegetation. This study aims to determine the CO2 emissions from urban transportation and the absorption capacity of RTH against these emissions based on four case studies. This study employs a descriptive approach using a literature review method. The findings indicate that public green open spaces (RTH) in urban areas are unable to balance the volume of CO2 emissions generated by motor vehicles, where the volume of CO2 emissions is significantly influenced by the number and type of motor vehicles, while the performance of RTH is influenced by its area, type, and vegetation.Keywords: Plant Absorption Capacity, Carbon Dioxide Emissions, Green Open Spaces, Transportation
TIPE SUDUT CHAMFER DALAM PERKERASAN PAVING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT METHOD Abied Rizky Putra Muttaqien; Pratikso Pratikso; Rachmat Mudiyono
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2025): June
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.7811

Abstract

Paving adalah salah satu jenis material yang sering digunakan dalam konstruksi jalan. Jenis perkerasan ini terdapat chamfer yang merupakan desain geometris. Sudut chamfer berpengaruh signifikan terhadap performa dan stabilitas permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variasi sudut chamfer dengan penurunan permukaan jalan, variasi sudut yang digunakan dalam penelitian ini ada 4, yaitu: 300, 450, 600, dan 750 dengan jarak antar paving 3 mm. Penelitian ini penting dilakukan supaya dapat diketahui model sudut chamfer terbaik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis FEM dengan perangkat lunak PLAXIS 3D. Metode tersebut digunakan untuk memodelkan interaksi antara paving dengan roda di atasnya, sementara variasi chamfer dievaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap penurunan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paving dengan sudut chamfer 750 memiliki pengaruh yang paling signifikan dalam pembebanan. Perbedaan sudut chamfer yang lebih besar secara nyata mempengaruhi respons paving terhadap beban. Dengan memperhatikan pergeseran arah Z, ditemukan bahwa terjadi penurunan hingga 7.441E-3 cm, yang merupakan penurunan terbesar dibanding dengan lainnya. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa sudut chamfer memberikan peran penting dalam kualitas perkerasan paving, meskipun mutu paving sangat baik, sudut chamfer yang cukup besar dapat menyebabkan penurunan signifikan pada permukaan jalan.