Amanda Octavian Puspita
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 7-12 BULAN Amanda Octavian Puspita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.302

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir. Bayi yang diberi ASI dengan benar tumbuh lebih baik dan mengalami lebih sedikit penyakit dan kematian lebih sedikit daripada bayi lain yang tidak disusui. Cakupan ASI eksklusif berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas 2024 sebesar 69,0% di Puskesmas Banyumas. Desa Kedunguter merupakan desa di kawasan Puskesmas Banyumas yang memiliki cakupan ASI eksklusif terendah sebesar 34,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ASI eksklusif. Beberapa faktor yang dikaji adalah pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, dan inisiasi menyusui dini (IMD). Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional dengan 68 responden yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik pengambilan sampel total menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square). Karakteristik ibu adalah 80,9% memiliki usia kesehatan reproduksi yang baik, 64,7% multipara paritas, dan 54,4% ibu tidak secara eksklusif menyusui. Faktor-faktor yang mempengaruhi ASI eksklusif adalah tingkat pengetahuan dengan p=0,000, pendidikan p=0,006, pekerjaan=0,000, dan IMD p=0,004. Keempat faktor ini memiliki hubungan dalam ASI eksklusif. Untuk itu, diharapkan bidan dapat meningkatkan pendekatan dan sosialisasi tentang pentingnya ASI eksklusif kepada ibu.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KB IUD PASCA BERSALIN Amanda Octavian Puspita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v11i1.303

Abstract

Cakupan peserta KB aktif di Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 sebesar 72,9%, menurun dibandingkan tahun 2019 (73,5%). Sementara itu, cakupan KB pasca persalinan meningkat dari 26,8% pada tahun 2019 menjadi 28,6% pada tahun 2020. Di Kabupaten Banyumas, cakupan KB pasca persalinan mencapai 31,4%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi IUD pasca persalinan di RSU Wiradadi Husada Banyumas. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 138 ibu nifas diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (41,3%), pendidikan menengah (41,3%), sikap positif terhadap IUD pasca persalinan (54,3%), dan dukungan suami (50%). Sebanyak 57,2% responden memilih IUD pasca persalinan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan pemilihan IUD pasca persalinan (p<0,05), sedangkan tingkat pendidikan tidak berhubungan (p>0,05). Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam meningkatkan edukasi dan dukungan keluarga untuk meningkatkan pemilihan IUD pasca persalinan.