Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis komparatif efektivitas keamanan dan penerimaan pengguna pada protokol presensi digital berbasis QR code statis dan dinamis Dwi Purnomo Putro; Mokhamad Solikin; Puput Eka Suryani
Jurnal Pseudocode Vol 13 No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pseudocode.13.1.63-68

Abstract

QR code–based digital attendance systems are widely used in higher education, yet they continue to face security challenges such as attendance fraud and inaccurate time recording. This study aims to comparatively evaluate the effectiveness of static and dynamic QR code–based attendance protocols by examining system security and user acceptance. A quantitative approach was employed through a field experiment and a survey grounded in the Technology Acceptance Model (TAM), encompassing Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Behavioral Intention. Data were analyzed using independent samples t-tests and Cohen’s d effect size measures. The results show that the dynamic QR code protocol significantly outperforms the static QR code across all TAM constructs (p < 0.001), with very large effect sizes (d > 1.0). These findings indicate that enhanced security mechanisms do not reduce usability, but instead strengthen user acceptance and adoption intention.
Intervensi Edukasi Klinis Berbasis Pharmaceutical Care Guna Meminimalkan Risiko Medication Error Pascadispensing Terkait Beyond Use Date (BUD) Di Apotek Karanggayam Tahun 2026: Pharmaceutical Care-Based Clinical Educational Intervention to Minimize Post-Dispensing Medication Error Risks Related to Beyond-Use Date (BUD) at Karanggayam Pharmacy in 2026 Annisah Mahanani; Rr. Erni Kusuma Putri; Puput Eka Suryani; Irma Nurhidayah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1628

Abstract

Latar Belakang: Kesalahan penggunaan obat tidak hanya dapat terjadi pada tahap peresepan, penyiapan, dan penyerahan obat, tetapi juga setelah obat diterima oleh pasien. Salah satu masalah yang berpotensi terjadi adalah penggunaan obat yang telah melewati Beyond Use Date (BUD), khususnya pada obat yang telah dibuka, dikemas ulang, atau diracik. Pemahaman pasien mengenai BUD menjadi bagian penting dalam pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi klinis berbasis pharmaceutical care terhadap pengetahuan pasien dan risiko medication error pascadispensing terkait Beyond Use Date. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif quasi-experimental dengan desain one-group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 72 pasien yang menerima obat di Apotek Karanggayam. Responden diberikan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi klinis mengenai BUD, penyimpanan obat, pelabelan, serta pembuangan obat yang tidak digunakan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 21 responden (29,2%) memiliki pengetahuan baik, 32 responden (44,4%) memiliki pengetahuan cukup, dan 19 responden (26,4%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi, sebanyak 57 responden (79,2%) memiliki pengetahuan baik, 13 responden (18,1%) memiliki pengetahuan cukup, dan 2 responden (2,7%) memiliki pengetahuan kurang. Nilai median pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 88. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi (p<0,001). Kesimpulan: Edukasi klinis berbasis pharmaceutical care berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pasien mengenai BUD dan berpotensi meminimalkan risiko medication error pascadispensing. Konseling mengenai BUD perlu diintegrasikan dalam pelayanan kefarmasian rutin.