Amirul Bakhri
Institut Agama Islam Pemalang, Pemalang, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hamka's transcendental values in Pribadi Hebat: Bridging philosophical thought and contemporary character education Ari Mulyono; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education requires a strong spiritual foundation to develop individuals with integrity. However, studies on transcendental values in Hamka's Pribadi Hebat have largely been limited to identifying educational values without proposing a conceptual implementation model for contemporary character education. This study aims to analyze the transcendental values presented in Pribadi Hebat and develop their implementation model for character education. A qualitative library research approach was employed, and the data were analyzed using qualitative content analysis of Hamka's major works and relevant supporting literature. The findings reveal that transcendental values consist of three interconnected dimensions—aqidah, ibadah, and akhlak—which collectively form an integrated framework for personality development. Based on these findings, this study proposes a conceptual model linking transcendental values with the curriculum, teachers, family, school culture, community, and the digital environment to foster a great personality. The proposed model extends Hamka's philosophical thought into a more applicable framework for contemporary character education. Abstrak Pendidikan karakter memerlukan fondasi spiritual yang kuat agar mampu membentuk pribadi yang berintegritas. Namun, kajian mengenai nilai transendensi dalam Pribadi Hebat karya Hamka masih didominasi oleh identifikasi nilai dan belum menghasilkan model implementasi konseptual bagi pendidikan karakter kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai transendensi dalam Pribadi Hebat serta mengembangkan model implementasinya dalam pendidikan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research yang dianalisis melalui qualitative content analysis terhadap karya-karya Hamka dan literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai transendensi terdiri atas tiga dimensi utama, yaitu aqidah, ibadah, dan akhlak, yang membentuk sistem pembinaan kepribadian secara terpadu. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menghubungkan nilai transendensi dengan kurikulum, guru, keluarga, budaya sekolah, masyarakat, dan lingkungan digital menuju pembentukan great personality. Model ini memperluas pemikiran Hamka dari ranah filosofis menuju kerangka implementasi pendidikan karakter yang lebih aplikatif.
Toward a maqāṣid-oriented framework: Qur'anic and Prophetic principles for addressing contemporary economic issues Bayutama; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary economic developments have generated various challenges, including riba, cryptocurrency, zakāt, and gharar, which are generally examined separately, leaving the interrelationship of Qur'anic and Prophetic principles insufficiently explained within a unified conceptual framework. This study aims to analyze Qur'anic and Prophetic principles in addressing contemporary economic issues through a maqāṣid al-sharīʿah-oriented approach. A qualitative library research design was employed using content analysis and thematic analysis. The findings reveal that riba, cryptocurrency, zakāt, and gharar are interconnected through four fundamental principles: justice, transparency, social responsibility, and legal certainty and the protection of wealth, ultimately contributing to the realization of maqāṣid al-sharīʿah, particularly ḥifẓ al-māl. This study contributes by proposing an integrated conceptual model linking contemporary economic challenges, Qur'anic and Prophetic principles, and the objectives of Islamic law as an analytical framework for advancing Islamic economics research and practice. Abstrak Perkembangan ekonomi kontemporer menghadirkan berbagai persoalan, seperti riba, cryptocurrency, zakat, dan gharar, yang umumnya masih dikaji secara parsial sehingga belum menunjukkan keterkaitan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Hadis dalam satu kerangka konseptual yang utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Hadis dalam merespons isu-isu ekonomi kontemporer melalui pendekatan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis melalui content analysis dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba, cryptocurrency, zakat, dan gharar saling berkaitan melalui empat prinsip utama, yaitu keadilan, transparansi, tanggung jawab sosial, serta kepastian dan perlindungan harta, yang secara terpadu mendukung pencapaian maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-māl. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual terintegrasi yang menghubungkan tantangan ekonomi kontemporer, prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Hadis, serta tujuan syariat sebagai kerangka analitis bagi pengembangan kajian dan praktik ekonomi Islam.
Halal tourism as a civilizational encounter: Islamic values and cultural accommodation in contemporary Japan Wahyu Setiawan; Wahyuningsih Supriyani; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of halal tourism in Japan reflects the country's increasing accommodation of the needs of Muslim travelers. However, studies that explain this phenomenon through the lens of civilizational encounter remain limited. This study aims to analyze how Islamic values are negotiated through the development of halal tourism in Japan from the perspective of civilizational encounter. A qualitative library research approach was employed using thematic analysis of scholarly articles, books, government documents, and official publications issued by the Japan National Tourism Organization (JNTO). The findings demonstrate that the religious needs of Muslim travelers have stimulated both institutional and cultural responses, manifested through the provision of prayer facilities, halal services, and omotenashi-based cultural adaptation, thereby creating a mechanism of civilizational encounter that gives rise to an Inclusive Halal Tourism Ecosystem. This study contributes by proposing the Civilizational Encounter through Halal Tourism conceptual framework as a new perspective for advancing halal tourism studies beyond conventional economic and marketing approaches. Abstrak Perkembangan halal tourism di Jepang menunjukkan semakin meningkatnya akomodasi terhadap kebutuhan wisatawan Muslim. Namun, kajian yang menjelaskan fenomena tersebut sebagai proses civilizational encounter masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam dinegosiasikan melalui perkembangan halal tourism di Jepang dengan menggunakan perspektif civilizational encounter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui analisis tematik terhadap artikel ilmiah, buku, dokumen pemerintah, dan publikasi resmi Japan National Tourism Organization (JNTO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan religius wisatawan Muslim mendorong terbentuknya respons institusional dan respons kultural yang diwujudkan melalui penyediaan fasilitas ibadah, layanan halal, serta adaptasi budaya berbasis omotenashi, sehingga menghasilkan mekanisme civilizational encounter yang membentuk Inclusive Halal Tourism Ecosystem. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual Civilizational Encounter through Halal Tourism sebagai perspektif baru dalam kajian halal tourism.
Reconstructing Salafi epistemology through at-taṣfiyah and at-tarbiyah: A conceptual framework for contemporary Islamic thought Faelalika Putri Herhan; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Debates regarding the relevance of Manhaj Salaf in addressing contemporary issues reveal a conceptual gap, as the relationship between its epistemology and the concepts of at-taṣfiyah and at-tarbiyah has not been comprehensively explained. This study aims to examine the relationship between the epistemology of Manhaj Salaf and the concepts of at-taṣfiyah and at-tarbiyah, as well as their implementation in responding to contemporary issues. A qualitative approach employing library research was adopted, and the data were analyzed using content analysis. The findings demonstrate that the epistemology of Manhaj Salaf provides the foundation for at-taṣfiyah as a process of doctrinal purification and at-tarbiyah as a process of continuous educational development, thereby forming a systematic framework for responding to pluralism, liberalism, artificial intelligence, bioethics, financial technology, and environmental issues. This study contributes by proposing a conceptual framework that integrates these three concepts into an analytical model for understanding how Manhaj Salaf responds to the dynamics of contemporary society. Abstrak Perdebatan mengenai relevansi Manhaj Salaf dalam merespons isu-isu kontemporer masih menyisakan kesenjangan konseptual karena hubungan antara epistemologi, at-taṣfiyah, dan at-tarbiyah belum dijelaskan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara epistemologi Manhaj Salaf dengan konsep at-taṣfiyah dan at-tarbiyah, serta menjelaskan implementasinya dalam merespons berbagai isu kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, sedangkan data dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Manhaj Salaf menjadi landasan yang mengarahkan at-taṣfiyah sebagai proses pemurnian ajaran dan at-tarbiyah sebagai proses pembinaan berkelanjutan sehingga membentuk kerangka respons yang sistematis terhadap pluralisme, liberalisme, kecerdasan buatan, bioetika, teknologi finansial, dan isu-isu lingkungan. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan ketiga konsep tersebut sebagai model analitis untuk memahami respons Manhaj Salaf terhadap dinamika masyarakat modern.
Religion–state relations in the perspective of Islamic political theology: Implications for democracy and Indonesian civilization Bayutama; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studies on religion–state relations in Islamic political theology remain dominated by normative debates, while research connecting theological foundations with their implications for democracy and the development of Indonesian civilization is still limited. This study aims to reconstruct religion–state relations from the perspective of Islamic political theology and examine their implications for democracy and the development of Indonesian civilization. A qualitative approach employing library research was adopted through descriptive-analytical analysis and conceptual synthesis of relevant scholarly literature. The findings demonstrate that Islamic political theology is grounded in tawḥīd, amānah, shūrā, al-'adl, maṣlaḥah, and ukhuwwah, which are reconstructed into a conceptual framework of religion–state relations. These values strengthen accountability, participation, the rule of law, the public interest, and social cohesion within democratic governance. This study contributes by proposing an integrative conceptual model linking Islamic political theology, democracy, and the development of Indonesian civilization. Abstrak Relasi agama dan negara dalam perspektif teologi politik Islam masih didominasi oleh perdebatan normatif, sementara kajian yang menghubungkan landasan teologis dengan implikasinya terhadap demokrasi dan pembangunan peradaban Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi relasi agama dan negara dalam perspektif teologi politik Islam serta menganalisis implikasinya terhadap demokrasi dan pembangunan peradaban Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis deskriptif-analitis dan sintesis konseptual terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi politik Islam dibangun atas landasan tawḥīd, amānah, shūrā, al-'adl, maṣlaḥah, dan ukhuwwah, yang direkonstruksi menjadi kerangka konseptual relasi agama dan negara. Nilai-nilai tersebut memperkuat akuntabilitas, partisipasi, supremasi hukum, kepentingan publik, dan kohesi sosial dalam demokrasi. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual yang mengintegrasikan teologi politik Islam, demokrasi, dan pembangunan peradaban Indonesia.
Rethinking conventional and Islamic economics: An integrated conceptual framework for addressing contemporary socio-economic challenges Vina Rahayu Chairunnisa; Amirul Bakhri
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/ykpkmz10

Abstract

Although the differences between conventional and Islamic economics have been widely examined, the conceptual relationships among paradigms, development goals, economic instruments, public policy, and responses to contemporary socio-economic challenges remain insufficiently integrated. This study comparatively examines how conventional and Islamic economics respond to contemporary socio-economic challenges by developing a systematic conceptual framework. It employs a qualitative approach using a conceptual paper design based on library research, with data analyzed through comparative qualitative analysis and thematic analysis. The findings demonstrate that the differing responses of the two economic systems originate from their underlying paradigms, which shape development goals, economic instruments, and public policy orientations. Conventional economics emphasizes market efficiency and economic growth, whereas Islamic economics integrates economic efficiency with distributive justice, social responsibility, and ethical values. This study contributes by proposing an integrated conceptual framework that clarifies the interrelationships among these dimensions in explaining how both economic systems respond to contemporary socio-economic challenges. Abstrak Perbedaan paradigma antara ekonomi konvensional dan ekonomi Islam telah banyak dikaji. Namun, hubungan konseptual antara paradigma, tujuan pembangunan, instrumen ekonomi, kebijakan publik, dan respons terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer masih belum dijelaskan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif respons ekonomi konvensional dan ekonomi Islam terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer melalui pengembangan kerangka konseptual yang sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain conceptual paper berbasis library research, yang dianalisis melalui comparative qualitative analysis dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan respons kedua sistem ekonomi berakar pada paradigma yang membentuk tujuan pembangunan, instrumen ekonomi, dan arah kebijakan publik. Ekonomi konvensional menitikberatkan efisiensi pasar dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan ekonomi Islam mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan keadilan distributif, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai etika. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pengembangan kerangka konseptual terpadu yang memperjelas hubungan antarkomponen dalam menjelaskan respons kedua sistem ekonomi terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer.
Modern society transformation and contemporary social challenges: Toward an integrated Qur'anic and Hadith perspective Faelalika Putri Herhan; Amirul Bakhri
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/bwpqrc20

Abstract

Modern society transformation has generated increasingly complex social challenges, yet previous studies have generally examined digital ethics, mental health, the digital economy, and environmental issues separately without offering an integrated conceptual framework based on the Qur'an and Hadith. This study aims to analyze the perspectives of the Qur'an and Hadith in addressing contemporary social challenges by synthesizing theories of modern society transformation with Islamic ethical values. This research employed a qualitative library research design using a conceptual approach and thematic analysis of relevant scholarly literature and Islamic sources. The findings indicate that the principles of tabayyun and amānah, spiritual well-being, muʿāmalah, and khalīfah fī al-arḍ constitute an integrated ethical framework for addressing digital ethics, mental health, the digital economy, and environmental issues. This study contributes by proposing a conceptual model that reinforces the relevance of Islamic teachings as an ethical foundation for building a modern society that is ethical, just, and sustainable. Abstrak Transformasi masyarakat modern telah melahirkan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas isu etika digital, kesehatan mental, ekonomi digital, dan lingkungan secara terpisah sehingga belum menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan perspektif Al-Qur'an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif Al-Qur'an dan Hadis dalam merespons tantangan sosial kontemporer melalui sintesis antara transformasi masyarakat modern dan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, conceptual approach, serta thematic analysis terhadap literatur ilmiah dan sumber-sumber keislaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dan amānah, spiritual well-being, muʿāmalah, serta khalīfah fī al-arḍ membentuk suatu kerangka etik yang terintegrasi dalam merespons tantangan etika digital, kesehatan mental, ekonomi digital, dan isu lingkungan. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual yang memperkuat relevansi ajaran Islam sebagai landasan etik bagi pembangunan masyarakat modern yang etis, adil, dan berkelanjutan.