Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Examining Positive and Negative Impacts of Artificial Intelligence in English as a Foreign Language Learning: A Case Study at IAIN Parepare Mujahidah; Yulie Asni; Muajiz Muallim; Ahmed Sardi; Suherman
SALTeL Journal (Southeast Asia Language Teaching and Learning) Vol. 9 No. 1: January 2026
Publisher : Association of Language Teachers in Southeast Asia (ALTSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35307/saltel.v9i1.174

Abstract

This research examines students' perceptions of Artificial Intelligence (AI) in learning English as a Foreign Language (EFL), focusing on their views regarding its benefits and challenges. Conducted at the English Language Education Study Program, Tarbiyah Faculty, IAIN Parepare, this study involved 30 students selected through random sampling to ensure generalizability. A qualitative approach was employed, utilizing structured interviews and Focus Group Discussions (FGDs) to gather insights into students’ experiences with AI tools such as Elsa Speak, Duolingo, and Google Assistant. Data were analyzed thematically to identify recurring themes and key perspectives. The findings revealed that students perceive AI as both advantageous and limiting in their EFL learning journey. On the positive side, AI was seen as increasing motivation, boosting confidence in speaking, and providing practical opportunities for self-directed learning. However, students also expressed concerns regarding overreliance on AI tools, decreased creativity in language production, and AI's inability to adapt to individual learning styles and personalities. Additionally, some participants worried about AI’s potential impact on future job opportunities. The study concludes that while students generally view AI as a valuable aid in EFL learning, they recognize the need for a balanced approach. Educators and learners should integrate AI with traditional learning methods to enhance effectiveness while minimizing its limitations. Future research should further explore students' long-term perceptions of AI and its role in diverse EFL learning contexts.
ERP TERINTEGRASI PADA KOPERASI SYARIAH UNTUK OPTIMALISASI PENILAIAN KELAYAKAN KREDIT, KEPATUHAN SYARIAH, DAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS SLIK OJK Sufyaldy; Suherman; Muhammad Shaleh; Karkhi Mirza Kavari; Hasnawati; Mawardi Kudin
DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication DiJITAC, Vol 6 No.2, April 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fhz0az18

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), khususnya Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT), memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun, eksistensi dan operasional entitas ini kerap dihadapkan pada kendala fragmentasi sistem informasi, tingginya angka pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF), serta ketidakpatuhan terhadap standar pelaporan akuntansi dan regulasi pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi sebuah platform sistem informasi terintegrasi berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) khusus untuk KSPPS. Pengembangan sistem ini mengadopsi kerangka kerja Design Science Research Methodology (DSRM) yang disinergikan dengan pendekatan User-Centered Design (UCD). Platform ERP yang dibangun menggunakan lingkungan kerja ERP (modul tipd_koperasi) dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang menjembatani dualisme fungsi BMT, yakni fungsi komersial (Tamwil) dan fungsi sosial (Maal). Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengotomatisasi siklus akuntansi syariah berdasarkan standar PSAK 106, menghitung rasio tingkat kesehatan koperasi sesuai regulasi Kementerian Koperasi dan UKM, serta menyediakan instrumen mitigasi risiko pembiayaan melalui algoritma credit scoring internal yang terintegrasi secara konseptual dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Intervensi teknologi ini memberikan implikasi manajerial berupa efisiensi operasional, eliminasi bias subjektif dalam persetujuan kredit, dan peningkatan transparansi tata kelola lembaga keuangan mikro syariah.